Tanpa Banyak Tanya, Oknum Sabhara Keroyok Rudi

Tanpa Banyak Tanya, Oknum Sabhara Keroyok Rudi

Rudi saat berada di rumah sakit, Senin (20/3)

(yy/csp)

Senin, 20 Maret 2017 | 20:32

Analisadaily (Medan) - Seorang warga Pasar VII, Dusun VIII, Bandar Khalifah, Percut Sei Tuan bernama Rudi, babak belur setelah dikeroyok oknum Sat Sabhara Polrestabes Medan yang salah satunya adalah Bripda SRB.

Tidak lama setelah pengeroyokan, kasus itupun dilaporkan ke Polrestabes Medan dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor STTPL/591/K/III/2017/SPKT/Restabes Medan yang diterima Kanit SPKT C Iptu A Simbolon.

Ibu korban, Amoy (68) menuturkan, Rudi terbangun dari tidurnya dan pergi keluar untuk menutup pagar rumah. Namun tiba-tiba korban didatangi belasan petugas yang menumpangi mobil avanza dan dua unit sepeda motor.

Tanpa banyak tanya, seorang petugas menujuk korban sambil berteriak ‘Itu orangnya’. Seketika korban heran dan bertanya kenapa dirinya didatangi. Tapi, sejumlah petugas tak menghiraukan dan langsung menangkap dan menyeret Rudi sambil dipukuli.

Korban pun dimasukkan ke mobil Avanza dan dibawa keliling. Bukan hanya itu, sepeda motor milik korban juga dibawa petugas. Di dalam mobil itu sebut Amoy, anaknya mengaku kembali dipukuli.

Korban pun dibawa ke Mako Sat Shabara Polrestabes Medan Jalan Putri Hijau. Korban kembali digebuki hingga seluruh tubuhnya memar, kepalanya berdarah dan tak sadarkan diri.
            
“Begitu dapat laporan dari warga, anakku dianiaya oknum Sat Shabara Polrestabes Medan, saya terus datang ke kantor Sat Shabara. Mulanya mereka tidak mau menjumpai saya. Tapi, karena saya terus protes maka mereka akhirnya melepaskan anak saya,” terangnya.

Malam itu juga dalam kondisi setengah sadar, korban dilarikan ke Rumah Sakit yang berada disampingi Mako Sat Shabara Polrestabes Medan. Amoy juga mengaku dirinya tidak mengetahui secara pasti apa masalah anaknya ditangkap dan dipukuli.

(yy/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar