Tanggapan BPJS Terkait Tuntutan Buruh di Kantor Gubsu

Tanggapan BPJS Terkait Tuntutan Buruh di Kantor Gubsu

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Sumut-Aceh, Wahyu Kris Budianto

(jw/eal)

Rabu, 18 September 2019 | 16:15

Analisadaily (Medan) - Pihak BPJS Ketenagakerjaan akhir menemui massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (18/9) siang.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Sumut-Aceh, Wahyu Kris Budianto, mengatakan kenaikan iuran tersebut sejak awal ada di tangan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan.

"Kita menunggu kapan pemerintah akan menyampaikan kenaikan itu," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, berdasarkan regulasi yang ada, iuran jaminan kesehatan memang harus disesuaikan setiap dua tahun sekali. Namun kenyataannya sejak 2016 penyesuaian iuran belum dilakukan.

"Selain itu, domain penetapan iuran ini bukan pada BPJS Kesehatan, tetapi di pemerintah. Bisa kami sampaikan juga, kalau kita melihat besarannya, iuran yang sekarang itu masih jauh dari hitung-hitungan aktuaria. Penyesuaiannya kita tidak tahu. Apakah pemerintah memutuskan naik apa tidak," ucapnya.

Wahyu menambahkan bahwa rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100% hanya berlaku untuk peserta golongan pekerja, bukan penerima upah. Sementara formulasi iuran untuk penerima upah masih tetap sama, yakni 1% dari pekerja dan 4% dari pemberi kerja.

"Jadi menurut saya protes buruh terkait kenaikan iuran itu hanya karena mereka mendapat informasi yang kurang lengkap. Kalau dibilang kesalahan persepsi mungkin tidak. Ini semacam, mungkin karena sekarang informasi gampang beredar lalu viral. Mungkin dipahami belum dalam, langsung ditanggapi seolah-olah semua segmen itu akan naik," jelasnya.

Sebelumnya, massa melakukan aksi tersebut untuk memprotes rencana pemerintah yang akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100%. Menurut mereka rencana tersebut semakin memberatkan pekerja yang harus mengeluarkan biaya lebih banyak lagi.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar