Takut Buaya, Warga Tidak Peringati HUT Kemerdekaan di Sungai Deli

Takut Buaya, Warga Tidak Peringati HUT Kemerdekaan di Sungai Deli

Sungai Deli

(jw/eal)

Jumat, 17 Agustus 2018 | 18:45

Analisadaily (Medan) - Akibat buaya yang dalam beberapa pekan terakhir selalu muncul ke permukaan, warga di sekitar Sungai Deli, tepatnya di Lingkungan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tanpa upacara bendara dan panjat pinang seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya setiap tahun kami selalu mengadakan upacara bendera dan panjat pinang di Sungai Deli. Tahun ini gak ada karena ada buaya," kata Ketua Umum Perkumpulan Remaja Kampung Aur Syahbandar (Perkasa), Reza Anshori Chaniago, Jumat (17/8) sore.

Menurut Reza, untuk menyemarakkan HUT RI ke-73, masyarakat Kampung Aur hanya menggelar lomba permainan tradisional di pelataran Masjid Kampung Aur.

"Walaupun kita tidak mengadakan upacara dan panjat pinang di sungai, tapi kita tetap merayakannya di halaman masjid seperti perlombaan tradisional yang biasa diperlombakan saat 17 Agustus," ucapnya.

Reza menjelaskan bahwa Sanggar Perkasa sudah menggelar perayaan kemerdekaan di Kampung Aur sejak tahun 1982 silam. Sedangkan perayaan kemerdekaan di Sungai Deli baru dilakukan sejak 2012. 

"Hasil rapat warga, kepala lingkungan mengatakan masih ada satu ekor buaya dengan ukuran satu badan manusia di perbatasan Sungai Babura dan Sungai Deli. Berdasarkan hasil rapat itulah warga sepakat untuk tidak membuat perlombaan di sungai," jelasnya.

Terlihat sejumlah permainan diperlombakan, mulai dari terompah, balap sendal batok, lomba gundu di atas sendok, memasukkan paku dalam botol hingga makan kerupuk. Pesertanya mulai dari anak kecil hingga kaum ibu.

Warga Kampung Aur merayakan HUT Kemerdekaan RI

Warga Kampung Aur merayakan HUT Kemerdekaan RI

Acara HUT RI di Kampung Aur tetap meriah meski warga merasa diteror buaya. Tujuan mereka ingin permainan khas 17-an tetap dilestarikan di tengah arus globalisasi yang terus meninggalkan kebudayaan lokal.

"Kita gak mau anak-anak ini lupa dengan permainan lokal. Makanya harus tetap digelar. Kelak isu buaya itu hilang, akan kami buat lagi di sungai," pungkas Reza.

Sementara dari pantauan Analisadaily.com, Sungai Deli tampak sepi, hanya terlihat beberapa anak bermain di tepi sungai dan ibu-ibu yang sedang mencuci pakaian.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar