Tak Hanya Soal Gaji, Guru Honorer Juga Dipecat

Tak Hanya Soal Gaji, Guru Honorer Juga Dipecat

Seorang guru honorer, Natarmila Boru Damanik.

(jw/rzp)

Rabu, 26 April 2017 | 14:54

Analisadaily (Medan) - Puluhan guru yang tergabung dalam Forum Guru Honor Simalungun (FGHS) berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut. Hal ini untuk mengadukan nasib mereka soal gaji yang belum dibayarkan selama enam bulan.

Seorang guru honorer, Natarmila Boru Damanik mengatakan, para guru yang berunjuk rasa kurang lebih sudah mengajar sejak 2013. Namun di tahun 2016 mereka malah dipecat dengan surat edaran.

"Kami tidak terima diperlakukan seperti ini. Kami sudah mengajar. Namun malah begini yang kami terima. Padahal kami sudah mengurus administrasi kami," katanya disela-sela aksi, Rabu (26/4).

Natarmila juga menjelaskan, yang lebih parah lagi, setiap perpanjangan SK Pegawai Tidak Tetap (PTT) mereka harus membayar sejumlah uang kepada Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) terkait.

"Kami bayarnya sampai Rp. 15 juta," jelasnya.

Puluhan guru honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Rabu (26/4). (jw)

Puluhan guru honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Rabu (26/4). (jw)

Ditanyai gaji mereka yang didapat selama satu bulan, Natarmila menyebut, untuk gaji per bulan mereka dibayar Rp. 1 juta hingga Rp. 1,1 juta. Artinya jika dikalkulasikan, uang perpanjangan SK PTT menyamai gaji mereka selama setahun.

"Padahal ada anggaran daerah yang mengatur soal guru honor. Kalau begini, gimana lagi. Kami mau mengadu sama siapa." 

"Kami sudah mengadu ke pemerintahan Simalungun, tapi tidak ada tanggapan, makanya kami datang ke DPRD Sumut," tambahnya.

Para guru honorer yang melakukan aksi di depan Gedung DPRD Sumut diterima oleh Komisi E untuk membicarakan tuntutan mereka. Pembicaraan dilakukan di dalam ruangan komisi E DPRD Sumut.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar