Tahun Merdang Merdem 2019, Jaga Kekayaan Seni dan Budaya

Tahun Merdang Merdem 2019, Jaga Kekayaan Seni dan Budaya

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution saat memberikan sambutan di acara Kerja Tahun Merdang Merdem Kota Medan 2019 di halaman Medan Club, Minggu (28/7)

(rel/csp)

Minggu, 28 Juli 2019 | 11:36

Analisadily (Medan) - Warga  Karo dari seluruh penjuru Kota Medan menghadiri acara Kerja Tahun Merdang Merdem Kota Medan 2019 di halaman Medan Club, Jumat (26/7). Event yang  diinisiasi Dinas Kebudayaan Kota Medan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-429  Kota Medan.

Melalui kegiatan ini, warga Karo, terutama generasi mudanya diminta untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan seni dan budaya yang telah diwariskan para leluhur tersebut.

Hadir dalam acara ini, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution. Sebelum menyampaikan sambutannya, Akhyar diberi uis beka buluh atau kain adat sebagai simbol wibawa dan kebesaran pria Karo, dan memakaikan bulang-bulang atau penutup kepala pria khas Karo.

Akhyar mengatakan, pertunjukan seni dan budaya ini memang dikemas nuansa etnis Karo, tapi bukan berarti Kerja Tahun Merdang Merdam ini hanya milik masyarakat Karo saja. Melainkan, lanjutnya, juga milik seluruh masyarakat Kota Medan.

“Sebab, warga Kota Medan merupakan masyarakat yang multikultural karena terdiri dari berbagai etnis. Mari kita jadikan momentum ini untuk menjaga kekayaan seni dan budaya yang kita miliki. Karena, budaya menunjukkan jati diri kita,” ujar Akhyar dihadapan seribuan undangan.

Sejarah mencatat, salah satu pendiri Kota Medan adalah Guru Patimpus Sembiring Palawi, satu di antara sekian banyak putra terbaik Karo. Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasanya, namanya pun telah diabadikan jadi nama jalan protokol di Kota Medan.

Di samping itu juga patungnya didirikan di sudut persimpangan jalan utama Kota Medan yang ditengarai sebagai titik awal berdirinya Kota Medan. Hari Jadi Kota Medan tidak terlepas dari sosok Guru Patimpus karena pertama kali membangun kampung Medan yang kini kota Medan.

Sebagai bentuk wujud pengakuan, jelas Akhyar,  Pemko Medan telah menetapkan Guru Patimpus Sembiring Palawi sebagai pendiri kota Medan.

“Besarnya pengaruh budaya Karo menunjukkan, sejak lama Kota Medan telah berhutang budi kepada Suku Karo. Oleh karenanya, kepada masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda suku Karo agar terus mengharumkan budaya Karo baik di nasional maupun internasional,” pintanya.

"Generasi muda Karo harus mampu melestarikan seni dan budaya sambil tetap meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab dipundak generasi mudah inilah masa depan bangsa dipertaruhkan, termasuk masa depan Kota Medan yang kita cintai bersama," sambungnya.

Kadis Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfi menjelaskan, tujuan acara Kerja Tahun Merdang Merdam dalam rangka pelestarian keragaman budaya yang diseleraskan dengan pengelolaan kekayaan budaya, sekaligus mengenang sosok Guru Patimpus.

"Selain itu kegiatan yang kita gelar ini sebagai bentuk komitmen dan upaya Pemko Medan dalam melestarikan budaya Karo. Dengan demikian, seni dan budaya Karo dapat dilestarikan sampai ke anak cucu,” papar OK Zulfi.

(rel/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar