Tahanan di Sel Mapolres Langkat Mendapat Binrohtal

Tahanan di Sel Mapolres Langkat Mendapat Binrohtal

Bimbingan rohani dan mental para tahanan di Mapolres Langkat, Jumat (11/3)

(hpg/eal)

Jumat, 11 Agustus 2017 | 20:05

Analisadaily (Langkat) - Setiap tiga hari dalam sepekan para tahanan di sel Mapolres Langkat selalu mendapatkan bimbingan rohani dan mental (binrohtal).

Bagi tahanan yang beragama Islam namun tidak mengerti salat, akan diajari praktik langsung bagaimana bacaan-bacaan dan cara-cara salat fardu (wajib) maupun salat-salat sunah.

"Cara ini salah satu upaya kami dalam memperbaiki rohani dan mental para tahanan yang ditahan di sel Mapolres Langkat. Mudah-mudahan yang kami lakukan ini menjadi motivasi bagi para tahanan untuk kemudian bertobat dan selalu mengerjakan yang baik sesuai dengan peraturan serta agamanya," ujar Kapolres Langkat, AKBP Dede Rojudin, melalui Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Langkat, Iptu Joko Sumpeno, kepada Analisadaily.com di Mapolres Langkat, Kota Stabat, Jumat (11/8).

Menurutnya, melalui pengamatan dan pendekatan dari hati ke hati yang selalu dilakukan terhadap para tahanan, ditemukan satu kesimpulan  bahwa hampir semua tahanan di Mapolres Langkat memiliki mental spiritual yang kering.

Joko yang selalu terlihat menangani langsung urusan pembinaan rohani dan mental, juga ikut mengajari salat para tahanan di Mapolres Langkat. Dia pun mengungkapkan, selain banyak yang tidak paham salat, para tahanan ada juga yang sama sekali tidak mengerti baca tulis.

Bahkan diakuinya, beberapa waktu lalu ada dua orang tahanan yang berada di dalam sel Mapolres Langkat minta untuk disyahadatkan.

"Kedua tahanan yang sebelumnya mengaku beragama Budha itu minta disyahadatkan. Mereka minta di Islam kan," kata Joko yang mengaku sudah hampir dua tahun menjadi pembimbing langsung binrohtal para tahanan di Mapolres Langkat.

Menurutnya, kedua tahanan yang disebutnya mau memeluk agama Islam atas kemauan sendiri itu. Mereka tertarik dengan agama Islam setelah secara diam-diam memperhatikan para tahanan yang beragama Islam diajari salat beserta bacaannya.

"Memang khusus untuk tahanan yang beragama Islam, selain kita beri bimbingan rohani dan mental, terutama yang tidak mengerti salat, juga kita ajari mereka bagaimana cara salat dan bacaannya. Baik untuk salat fardu maupun yang sunah, dengan cara praktik langsung," kata pria yang memang berlatar pendidikan agama tersebut.

"Selain itu, kita juga melakukan bimbingan olah raga terhadap para tahanan di Mapolres Langkat yang pekan lalu berjumlah sebanyak 60 orang," tandasnya.

(hpg/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar