Syamsul Qodri: Pidato Viktor Laiskodat Seperti Mabok Politik

Syamsul Qodri: Pidato Viktor Laiskodat Seperti Mabok Politik

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Qadri Marpaung

(jw/eal)

Sabtu, 5 Agustus 2017 | 14:17

Analisadaily (Medan) - Pidato yang disampaikan Viktor Laiskodat terkait beberapa partai yang menolak Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas, ditanggapi oleh politisi PKS Sumatera Utara, Syamsul Qodri Marpaung.

Syamsul mengatakan, apa yang disampaikan Viktor Laiskadot sama sekali tidak memiliki dasar.

"Ungkapannya itu sama sekali tidak berdasar, apa coba dasar yang dia katakan itu? Kalau dia menolak Perppu Ormas menjadi undang-undang, apa itu menjadi dasar intoleran. Karena perlu kita kaji pasal per pasal dari Perrpu tersebut," kata Syamsul kepada Analisadaily.com, Sabtu (5/8).

Syamsul Qodri yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut menjelaskan, pidato yang disampaikan oleh Viktor Laiskodat keliru karena menuding partai lain intoleran.

"Dari Perppu tersebut, bukan saja HTI sasarannya. Ya, bisa saja ke lembaga-lembaga lain yang dianggap pemerintah tidak sejalan. Tapi sebenarnya itu tidak jadi masalah kalau ada dasarnya," jelas Syamsul. 

Menurutnya, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu terlalu cepat membuat kesimpulan. Sebab, rapat paripurna belum dilakukan sehingga belum tentu apakah keempat partai yang ditudingnya menolak Perppu Ormas atau tidak.

"Ini semacam mabok politik ketika beliau berdiri di panggung dalam sebuah deklarasi kepala daerah," tuturnya.

Syamsul juga menegaskan, beberapa partai yang dianggap Viktor tidak mendukung Perppu Ormas telah mengambil langkah hukum.

"Empat partai termasuk PKS telah mengambil jalur hukum agar menghindari konfrontasi yang bisa berdampak ketenangan. Jadi biarlah di ranah hukum berbicara nanti. Partai-partai yang disebutkannya itu sudah melapor ke polisi dan Badan Kehormatan Dewan," tukasnya.

Seperti diketahui, Viktor Laiskodat menyebut Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS dan PAN sebagai parpol yang intoleran karena menolak Perppu Ormas.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar