Syahrial Mendapat Dukungan Maju Kembali, PUSKAP: Kita Uji Melalui Survei

Syahrial Mendapat Dukungan Maju Kembali, PUSKAP: Kita Uji Melalui Survei

Kota Tanjungbalai (Ist-net)

(rel/eal)

Sabtu, 7 September 2019 | 17:12

Analisadaily (Tanjungbalai) - Kota Tanjungbalai mejadi salah satu daerah yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Sebagai walikota petahana, Muhammad Syahrial dianggap mampu membawa kemajuan. Itu sebabnyak banyak kalangan yang menginginkan walikota termuda di Indonesia itu memimpin kembali Kota Tanjungbalai.

Direktur Riset dan Advokasi Kebijakan Pusat Kajian Pemuda (PUSKAP), Arief Amri mengatakan, selama periode pertama kepemimpinannya, Muhammad Syahrial tidak banyak melakukan pencitraan, namun lebih mengedepankan penyelesaian masalah rakyat.

Arief menjelaskan data statistik milik BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungbalai tahun 2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 5,77%. Pertumbuhan tertinggi pada kategori Jasa Lainnya sebesar 7,19%. Sedangkan dari sisi pengeluaran oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,36%.

"Dari data tersebut jelas menunjukkan pembangunan Tanjungbalai mengalami perubahan yang positif. Trend yang ada dari setiap variable indikator pembangunan bergerak ke atas, tentu hal tersebut sangat baik. Walikota berani kehilangan popularitas demi wujud pembangunan yang nyata. Wajar saja banyak dukungan karena beliau menjaga kepercayaan yang sudah diamanatkan," kata Arief, Sabtu (7/9).

Demi terwujudnya pembangunan berkesinambungan, Arief mengimbau agar masyarakat mempercayakan sosok yang berani mengeksekusi program kerakyatan.

"Realisasi program yang sudah tertuang pada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sangat penting, sebab sudah disusun dari tingkat paling dasar di tatanan masyarakat," sambungnya.

"Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan survei untuk melihat keinginan masyarakat yang berbasis data. Disitu nanti kelihatan apakah masyarakat Tanjungbalai ingin petahana atau bakal muncul kandidat alternatif," jelasnya.

Menurutnya ada tiga variable yang akan diuji, yakni popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas. Kemudian data yang dihimpun akan menjadi konsumsi publik sekaligus untuk menilai siapa sosok yang pantas memimpin Kota Tanjungbalai ke depan.

"Dasarnya kita harus adil sejak dalam pikiran, bila baik katakanlah baik, kritik dengan konstruktif. Jangan dibalik-balik logikanya. Itu kampung halaman kita, tentu kita ingin yang terbaik untuk Tanjungbalai. Kita nanti juga akan menghimpun pikiran dan gagasan pemuda untuk menghasilkan pemimpin yang arif demi membawa Tanjungbalai lebih baik dari sekarang," pungkas Arief.

(rel/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar