Susul Inggris, Amerika Serikat Keluarkan ‘Travel Warning’ ke Thailand

Susul Inggris, Amerika Serikat Keluarkan ‘Travel Warning’ ke Thailand

Ilustrasi kepolisian Thailand (Coconuts Bangkok)

Kamis, 4 Agustus 2016 | 08:33

Analisadaily – Setelah Inggris mengeluarkan peringatan bepergian ke Thailand seminggu silam, kini giliran Amerika Serikat yang mengeluarkan travel warning kepada warga negaranya untuk sementara tidak bepergian ke Thailand jelang referendum akhir pekan ini.

“The National Council for Peace and Order (NCPO) melarang kegiatan politik dan kebebasan berpendapat DPR di media. Militer memiliki kekuatan ekstra termasuk kekuatan mengontrol dan menggunakan senjara,” tulis pernyataan lembaga pemerintahan Amerika Serikat.

“Warga negara Amerika Serikat diharapkan untuk menghindari hal tersebut. Karena individu tidak terkecuali orang asing bisa saja ditahan karena mengkritisi NCPO atau monarki.”

Selanjutnya dalam pernyataan tersebut, warga Amerika Serikat disarankan untuk tidak memakai transportasi publik dan mengikuti gerakan yang berlangsung di jalanan kota di Thailand.

“Meskipun kekerasan tidak dibenarkan, kelompok politik dan kegiatan demonstrasi yang awalnya berlangsung damai bisa berujung konfrontasi,” tutup pernyataan tersebut.

Sebelumnya dilaporkan 200 ribu kepolisian Thailand akan dikerahkan untuk mengawasi pemungutan suara referendum yang akan diumumkan pada Minggu (7/8) mendatang. Referendum ini sendiri akan membahas apakah junta militer akan terus berkuasa di Thailand atau kekuatannya akan berkurang setelah pemungutan suara ini.

Dilansir dari Bangkokpost, diketahui 70 persen aparat pemerintahan setuju bahwa pemerintahan akan dikuasai oleh junta militer. Namun dalam dua tahun belakangan masyarakat terus mengkritisi kekuatan tanpa batas militer ditambah Prayuth sebagai Perdana Menteri sudah mengikrarkan diri bahwa apapun hasilnya nanti ia akan terus berkuasa. 

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar