Surat Suara Dicoblos, Ketua KPU Medan: Itu Hoaks, Fitnah

Surat Suara Dicoblos, Ketua KPU Medan: Itu Hoaks, Fitnah

Surat suara yang tercoblos, Selasa (9/4)

(jw/csp)

Selasa, 9 April 2019 | 17:27

Analisadaily (Medan) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan kembali diserang informasi bohong (hoax). Kali ini terkait surat suara yang sudah tercoblos sebelum Pemilihan Umum pada Rabu 17 April 2019.

Kabar hoaks itu beredar di laman Facebook Adrian Bluee Reso yang dikirimkan ke Komunitas Kabar Madura. Di akun Facebook tersebut disebutkan.

"Bagi pendukung 02 minta bantuan tretan #salam. Tolong share ke semua grup. Kertas suara di Medan sudah dicoblos 01. Ternyata KPU Pro 01 Dan digerebek oleh pendukung 02,’ bunyi teks di akun Adrian.

Terkait kabar itu, Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik mengatakan, ini kali kedua KPU Medan diserang hoaks.

"Saya pastikan dan tegaskan, posting-an itu hoax, palsu, fitnah. Dan, ini sudah kali keduanya kami diserang kabar hoax," kata Agussyah, Selasa (9/4).

Agus menjelaskan, pola, cara dan isi posting-an mirip seperti hoax yang sebelumnya ditujukan ke KPU Kota Medan. "Namun, bedanya yang lalu disertai dengan video yang tidak jelas lokasinya dan sekarang dengan posting-an gambar atau foto," jelasnya.

Agus mengungkapkan, posting-an disebut seolah-olah berada di Medan. Padahal jelas terlihat ada surat suara atas nama calon Tsamara yang tidak ada dalam daftar calon tetap (DCT) baik tingkat DPR, DPRD Provinsi dan Kota di Medan.

"Jadi, ini seolah-olah surat suara yang tercoblos. Namun, tidak bisa dipastikan apakah itu memang surat suara asli, bisa saja spesimen atau bahan simulasi/sosialisasi dam masih perlu kajian/penelusuran," ungkapnya.

Menurut Agus, KPU Kota Medan hingga detik ini masih belum berpikir perlu untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian, mengingat sisa waktu 8 hari lagi pesta demokrasi berlangsung.

"Masih banyak tahapan yang harus dikerjakan dan dikawal selama 24 jam. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar cerdas dalam memilih dan memilah informasi serta selektif dalam menyebarluaskannya," pungkasnya.

Sebelumnya, awal Maret beredar video ricuh dituding lokasinya di KPU Medan. Video itu tentang massa yang datang ke kantor KPU untuk memprotes surat suara Pemilu 2019 yang sudah dicoblos. Kasus ini sudah tuntas dan pelakunya sudah ditangkap Polda Sumut.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar