Sudah 30 Orang Meninggal Akibat Banjir di Bengkulu

Sudah 30 Orang Meninggal Akibat Banjir di Bengkulu

Sebuah rumah warga yang terdampak banjir di Bengkulu

(rzp/eal)

Kamis, 2 Mei 2019 | 10:04

Analisadaily (Bengkulu) - Sebanyak 30 orang dinyatakan meninggal dunia dan 6 lainnya hilang akibat banjir di Bengkulu. Korban meninggal tertinggi teridentifikasi dari Kabupaten Bengkulu Tengah dengan jumlah 24 orang, sedangkan Kota Bengkulu 3 orang dan Kabupaten Kepahiang 3 orang.

"Tim SAR gabungan yang dikoordinir Basarnas memfokuskan pencarian korban hilang di Desa Talang Boseng, Susup dan Kelindang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

BPBD Provinsi Bengkulu mengidentifikasi korban hilang sebagai berikut, Tumini (60/P), Heri Hartanto (L), Halidin (45/L), Kanelo (1,6/L), Yananan dan seorang anak. Bencana ini juga menyebabkan 2 orang luka berat dan 2 lainnya luka ringan.

Hingga Kamis (2/5) ini BPBD Provinsi Bengkulu masih melakukan upaya penanganan darurat seperti pelayanan kesehatan dan distribusi logistik seperti ke Desa Taba Penyengat, Susup dan Kelindang. BPBD provinsi melaporkan pengungsian di Kecamatan Air Napal sejumlah 200 jiwa dan Kecamatan Bang Haji di Desa Genting dengan 417 jiwa.

"BPBD dan dinas terkait terus memberikan pelayanan pengungsi di kecamatan tersebut," ujarnya.

Sutopo menjelaskan, banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan di beberapa sektor seperti pemukiman, pendidikan, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan infrastruktur publik.

Sementara ini, sejumlah 554 unit rumah rusak berat (RB), 160 rusak sedang (RS) dan 511 rusak ringan (RR). Berikut rincian kerusakan pasca banjir dan longsor, Kabupaten Bengkulu Tengah (28 RB, 16 RR, 125 terendam), Kabupaten Seluma (10 RB, 30 RR), Kabupaten Kaur (127 RB, 151 RS, 406 RR), Kabupaten Kepahiang (388 RB, 37 RR) dan Kabupaten Rejang Lebong (1 RB, 9 RS, 22 RR).

Sedangkan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Bengkulu, 7 unit rusak berat dan 1 rusak ringan serta 7 terendam lumpur. Kerusakan fasilitas pendidikan terbanyak berada di Kabupaten Bengkulu Tengah, 4 RB, 1 RR dan 4 terendam, sedangkan Kaur, 3 RB dan Kota Bengkulu 3 terendam.

Pada sektor peternakan sejumlah ternak mati seperti sapi, kerbau, kambing, domba, ayam dan itik dengan jumlah total 857 ekor. Wilayah paling terdampak untuk sektor peternakan berada di Bengkulu Utara dengan total ternak 320 ekor.

Selain itu, sekitar 3.000 hektare lahan pertanian mengalami kerusakan. Rincian kerusakan lahan sebagai berikut sawah 2.648,06 ha, jagung 221,59 ha, kacang hijau tanah 8,25 ha, dan kacang hijau 3,25 ha. Sedangkan sektor perkebunan, sejumlah 775 batang sawit terdampak.

Di sektor infrastruktur, jaringan listrik masih dilakukan perbaikan dengan perkembangan pemulihan mencapai 74,28% pada 30 April lalu. BPBD melaporkan gardu distribusi sejumlah 42 unit masih padam dan 2.496 jaringan listrik pelanggan belum menyala.

Sebuah sekolah yang terdampak banjir di Bengkulu

Sebuah sekolah yang terdampak banjir di Bengkulu

"Total kerugian sementara senilai Rp 144 miliar. Namun jumlah akan terus bertambah karena perkiraan kerugian tersebut menggunakan data sementara," ucap Sutopo.

Mengingat luas banjir dan skala dampak yang ditumbulkan maka jumlah kerugian akan banyak bertambah. BPBD masih melakukan pendataan kerusakan akibat banjir dan longsor yang dipicu hujan deras di seluruh wilayah Bengkulu pada 26 April 2019 hingga 27 April 2019.

BNPB masih terus mengirimkan bantuan ke Bengkulu seperti tenda, makanan siap saji, dan logistik lainnya. Saat ini sebagian besar banjir sudah surut dan daerah dapat dijangkau.

"Sampah, lumpur dan material yang dihanyutkan banjir banyak menutup jalan dan permukiman, sehingga perlu dibersihkan," Sutopo menandaskan.

Sebuah rumah warga yang terdampak banjir di Bengkulu

Sebuah rumah warga yang terdampak banjir di Bengkulu

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar