STIK-P ICC Bahas Masalah Komunikasi dan Pariwisata di Indonesia

STIK-P ICC Bahas Masalah Komunikasi dan Pariwisata di Indonesia

Kiri-kanan: Ketua PHRI Sumut, Denny Wardhana, Ketua STIK-P Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, Ketua Panitia STIK-P ICC 2018, Austin Tumengkol, SSos, MIKom, Senin (27/8)

(rzp/csp)

Senin, 27 Agustus 2018 | 13:44

Analisadaily (Medan) - Revolusi komunikasi banyak terkait dengan teknologi informasi. Adanya sinergi di anatara keduanya memudahkan masyarakat menjalankan fungsi komunikasi. Salah satunya, memperkenalkan objek-objek wisata di Indonesia.

Melihat kondisi itu, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan menggagas seminar internasional tentang Peran Komunikasi Digital Terhadap Pariwisata dalam rangka mengumpulkan, membahas, dan mendesiminasikan hasil-hasil riset di bidang komunikasi yang diharapkan jadi rujukan pengambil kebijakan untuk meningkatkan citra pariwisata di Tanah Air.

Ketua Panitia STIK-P ICC 2018, Austin Tumengkol, SSos, MIKom mengatakan, kegiatan yang bertujuan mendapatkan berbagai ide dan pemikiran kemajuan Ilmu Komunikasi, menjadi forum ilmiah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi dalam bidang ilmu Komunikasi.

"Juga memfasilitasi publikasi ilmiah dan mengumpulkan hasil-hasil riset di bidang Komunikasi serta meningkatkan peran akademisi Indonesia berkontribusi pada pembangunan pariwisata. Seminar akan digelar di Emerald Garden Hotel Medan pada 3 Desember 2018," kata Austin, Senin (27/8).

Dijelaskannya, STIK-P International Conference of Communication atau 1st STIK-P ICC ini merupakan kerja sama antara STIK-P dengan Universiti Sains Malaysia (USM) dan Chulalangkorn University (Thailand).

Kegiatan turut didukung oleh Bank Sumut, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, ASPIKOM Sumut, Kementerian Pariwisata Sumatera Utara, Pemprovsu, Badan Otorita Danau Toba, dan pihak terkait lainnya.

Dihadiri Menteri Pariwisata

Adapun para pembicara atau narasumber nantinya terdiri atas Prof H Deddy Mulyana MA PhD (Universitas Padjajaran Bandung), Dr Nik Norma Nik Hasan (Universiti Sains Malaysia) dan Jessada Salathong PhD (Chulalangkorn University Thailand).

"Sebagai keynote speaker, kami mengundang Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk hadir," sambung Austin.

Ketua STIK-P Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, mengakui banyak hal yang mendasari dibuatnya seminar internasional yang mengangkat tentang permasalahan komunikasi dan pariwisata. Salah satunya karena STIK-P melihat perkembangan yang terjadi saat ini, menunjukkan bahwa perkembangan komunikasi sangat berhubungan dengan pariwisata.

"Dengan perkembangan komunikasi yang terjadi saat ini, bisa membuat pariwisata menjadi berkembang, baik dari sisi negatif maupun positif. Apalagi, saat ini kurang berkembangnya pariwisata karena masih minimnya komunikasi berupa promosi terhadap pariwisata itu sendiri," sebutnya.

Ketua PHRI Sumut, Denny Wardhana, mengapresiasi digelarnya STIK-P ICC ini, dan diharapkan dapat berdampak positif dengan pariwisata di Sumut. Hal ini tak lain karena adanya seminar tersebut dapat berperan dalam meningkatkan jumlah wisatawan asing di Sumut dan tanah air secara umum.

"Ini sesuai dengan target PHRI Sumut, yakni 1 juta wisman. Serta dengan adanya kegiatan ini dapat membuat destinasi baru di Medan," ucapnya.

Seminar internasional perdana yang digelar oleh STIK-P juga merupakan kegiatan rangkaian Dies Natalis ke-31, Mei 2018 lalu.

Selain didukung Bank Sumut dan PHRI Sumut, panitia akan melibatkan Pemprovsu dan Badan Otorita Danau Toba, ASPIKOM Sumut serta pihak terkait lainnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar