Status Gunung Merapi Dinaikkan Menjadi Waspada

Status Gunung Merapi Dinaikkan Menjadi Waspada

Gunung Merapi (BNPB)

Selasa, 22 Mei 2018 | 08:28

Analisadaily (Yogyakarta) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) PVMBG telah menaikkan status Gunung Merapi dari normal (level I) menjadi waspada (level II) pada pukul 23.00 WIB, Senin (22/5).

Peningkatan status dilakukan setelah aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang ditandai dengan beruntunnya letusan freatik dan diikuti kegempaan.

Lewat pesan Whatsapp, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, naiknya status Gunung Merapi maka penduduk di radius 3 km dari puncak Gunung Merapi harus dikosongkan.

“Tidak boleh ada aktivitas masyarakat di radius itu. Kegiatan pendakian untuk sementara dilarang kecuali untuk kegiatan penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana,” kata Sutopo sebagaimana tulisan yang diterima Analisadaily.com.

Sejauh ini, terhitung telah terjadi 4 kali letusan freatik disertai suara gemuruh sejak selama dua hari, Senin-Selasa.

Hujan abu vulkanik jatuh di sekitar Gunung Merapi seperti di wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta meliputi Kecamatan Cangkringan (Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo).

Lalu di Kecamatan Pakem (Desa Purwobinangun, Desa Hargobinangun, Desa Kaliurang), dan Kecamatan Ngemplak (Desa Widomartani). Di wilayah Kabupaten Klaten hujan abu vulkanik jatuh di Kecamatan Kemalang (Desa Balerante dan Desa Panggang).

Warga Mengungsi

Sejak tadi malam sebagian masyarakat mengungsi mandiri ke tempat yang lebih aman. Sekitar 298 jiwa warga dari Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman mengungsi mandiri  ke Balai Desa Glagaharjo.

Sebanyak 362 jiwa warga Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan di Desa Tlogolele Kabupaten Boyolali mengungsi mandiri di tempat pengungsian Desa Tologolele. Jumlah pengungsi mandiri terus bertambah.

BPBD telah mendistribusikan bantuan dan masih melakukan pendataan. Masyarakat dihimbau tetap tenang.

Tidak terpancing isu-isu mengenai letusan Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat dihimbau mengikuti arahan Pemda setempat. Pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar