Soal Pelayanan dan Tarif Air, Parlindungan Purba Sidak Pelanggan Tirtanadi

Soal Pelayanan dan Tarif Air, Parlindungan Purba Sidak Pelanggan Tirtanadi

Anggota DPD RI, Parlindungan Purba, saat melakukan sidak soal kenaikan tarif air, Minggu (6/8).

(jw/rzp)

Minggu, 6 Agustus 2017 | 21:21

Analisadaily (Medan) - Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah warga di Kecamatan Medan Helvetia.

Dalam sidak kali ini, Parlindungan didampingi Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut, Delviyandri, Kepala Sekretaris Perusahaan, Jumirin, dan Kacab Sei Agul, Salman Sihotang. Mereka mendatangi pelanggan secara acak untuk mendengarkan aspirasi.

Kebanyakan warga sudah familiar dengan Anggota DPD RI asal Sumut tersebut, langsung menceritakan pengalaman mereka tentang pelayanan yang mereka dapatkan dari PDAM Tirtanadi.

Eriadi misalnya, warga Jalan Melur 2, blok 5, Kecamatan Medan Helvetia mengaku, bisa menikmati air di jam tertentu. Disebutkan juga, air yang disalurkan PDAM Tirtanadi bisa banyak dinikmati kalau menggunakan dap (mesin penarik air).

"Kalau dulu, sekitar tahun 80-an, nggak harus pakai dap. Mungkin karena saat itu pelanggan Tirtanadi nggak banyak seperti sekarang," ucapnya, Minggu (6/8).

Eriadi berharap, dengan kenaikan tarif air maka pelayanan yang diberikan oleh Tirtanadi semakin bagus. "Saya pribadi dan keluarga tak mempermasalahkan kenaikan tarif, yang penting pelayanan harus lebih baik," ucapnya.

Disinggung mengenai berapa biaya yang dibayarnya sebelum dan sesudah kenaikan tarif, Eriadi mengaku, sebelum tarif naik dirinya membayar air Rp 90.000 per bulan dan sekarang Rp 130.000 per bulan.

Warga lainnya, Lefiria boru Saragih, menyatakan hal yang tak jauh berbeda, yaitu mengenai air yang hidup di jam tertentu. "Air lancar mulai pukul 15.30 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Jadi saya harus menampung air agar tercukupi kebutuhan dalam sehari," ungkapnya.

"Saya tidak mempermasalahkan kenaikan tarif, asalkan air terus mengalir sampai ke rumah pelanggan," ujarnya.

Anggota DPD RI, Parlindungan Purba, saat melakukan sidak soal kenaikan tarif air, Minggu (6/8). (jw)

Anggota DPD RI, Parlindungan Purba, saat melakukan sidak soal kenaikan tarif air, Minggu (6/8). (jw)

Menanggapi hal itu, Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi, Delviandry mengaku akan memperbaiki kualitas pendistribusian dan melontarkan permohonan maaf kepada pelanggan setia, karena belum maksimal memberikan pelayanan yang terbaik.

"Kami terus berbenah untuk menyuplai air bersih sampai ke rumah pelanggan, tanpa ada air yang hidup di jam tertentu seperti keluhan pelanggan," sebutnya.

Parlindungan Purba pasca mendengar komentar dari warga, sangat berharap kepada PDAM Tirtanadi agar bisa menjawab semua keluhan. "Semakin bagus Tirtanadi apabila air hidup di saat waktu salat. Dengan begitu, Tirtanadi bisa didoakan warga menjadi lebih baik lagi ke depan," ucapnya.

Parlindungan juga sangat berharap kepada warga, khususnya pelanggan PDAM Tirtanadi agar bisa menghemat air. "Tadi ada yang nampung air, tapi sudah kepenuhan dan tidak mematikan keran air. Saya harap, warga lebih peduli terhadap air yang digunakan," ungkapnya.

Parlindungan juga melontarkan keyakinannya bahwa masalah air minum di Kota Medan akan bisa teratasi pada tahun 2019. "Hal ini didasari masuknya SPAM Mebidang dalam Program Naisonal, dimana batas akhir penyelesaian program nasional paling lama 2 tahun," pungkasnya.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar