Soal Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Edy: Itu Sakit Jiwa

Soal Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Edy: Itu Sakit Jiwa

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi

(jw/rzd)

Selasa, 19 November 2019 | 18:28

Analisadaily (Medan) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, angkat bicara terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan. Menurut Edy, jaringan kelompok ini memiliki pemahaman yang salah.

"Itu masalah paham yang salah. Bahwa kalau nanti meledakkan orang lain menjadi cedera, menjadi korban, masuk surga. Itu pemahaman yang salah. Ini orang berbuat seenaknya, dan itu sangat salah," katanya, Selasa (19/11).

Edy menuturkan, paham-paham radikal seperti itu terlalu memaksakan kehendak sendiri.

"Tolong jangan dimasukkan dalam salah satu komponen yang ada di kita. Itu bukan orang kita. Orang sakit jiwa itu. Orang yang radikal itu adalah orang yang punya pemahaman berbeda, tetapi memaksakan kehendak," tuturnya.

"Itu pemahaman yang sakit jiwa. Di mana-mana orang takut mati. Dia malah bunuh diri. Itu kan sakit jiwa," sabungnya.

Oleh karena itu, Edy mengimbau kepada masyarakat di Sumut untuk menghidupkan kembali Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan).

"Kita akan lakukan. Kita sudah punya SOP-nya. Bahkan sampai ke tingkat RT/RW. 1x24 jam. Harus lapor. Semua ini dihidupkan kembali. Siskamling, ada tamu yang mencurigakan, apa yang dilakukan di rumah harus diketahui. Itulah gunanya Babinsa. Itulah gunanya Bhabinkamtibmas. Itu gunanya RT, RW, berjenjang sampai ke atas," ucapnya.

Hingga saat ini Densus 88 dan Polda Sumut telah mengamakan 30 tersangka terkait kasus bom bunuh diri yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) lalu.

Dari 30 tersangka, tiga meninggal dunia. Sementara dari 27 lainnya, lima perempuan. Saat ini para tersangka masih berada di Mako Brimob dan Polda Sumut.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar