SMSI Harus Memberikan Alternatif Dan Bermanfaat

SMSI Harus Memberikan Alternatif Dan Bermanfaat

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Surabaya, Kamis (27/7)

(hers/csp)

Kamis, 27 Juli 2017 | 14:36

Analisadaily (Surabaya) - Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengatakan, informasi hoax memiliki tujuan yang pada akhirnya masyarakat Indonesia menjadi galau dan panik.

Hal tersebut langsung disampaikan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Surabaya, Rabu (26/7) kemarin.

Menurut Menkominfo, bangsa Indonesia saat ini dalam pusaran arus globalisasi dan tidak bisa diprediksi bahkan dianggap sebagai kondisi yang turbulensi.

“Tantangan semakin besar, itu harus dihadapi dan SMSI harus memberikan alternatif bagi masyarakat dan bermanfaat”, ujar Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Dr Gun Gun Siswadi, saat membacakan sambutan Menkominfo.

Salam satu pilar penting menurut Menkominfo adalah media sebagai penghubung, jendela bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dalam waktu yang cepat.

Berkembangnya internet akibat meningkatnya penggunaan gadget dan telah terjadi pergeseran platform. Data APJII menyebut jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 132.7 juta orang. Indonesia, pengguna sosial terbanyak ketiga di dunia.

”Jakarta sendiri menurut data, merupakan top city media twitter di dunia”, terangnya.

Karenanya tantangan besar dan media di Indonesia sedang bertranformasi dari media konvensional menjadi menjadi media digital. “Ini saya kira harus dipacu ke depan,” tambahnya.

Internet, kata  Menkominfo, menjadi nomor satu penyampai informasi dan pesan di Indonesia. Pemanfaatan platform telah menyebabkan gathering dan sharing informasi, kekuatan, kecepatan mengabarkan berita.

(hers/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar