Siswa MTs di Deli Serdang Belajar Matematika Pakai Ular Tangga

Siswa MTs di Deli Serdang Belajar Matematika Pakai Ular Tangga

Arfi Wahyuni mengajar saat mengajar siswa siswi Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Deli Serdang, Sabut (7/9)

(jw/csp)

Sabtu, 7 September 2019 | 14:25

Analisadaily (Deli Serdang) - Pelajaran Matematika selalu menjadi pelajaran yang paling menguras pikiran, namun hal itu berbanding terbalik dengan yang dilakukan guru sekolah di Madrasah Tsanawiah (MTs) Negeri 2 Kabupaten Deli Serdang. Di sana, metode belajar matematika menggunakan media permainan Ular Tangga.

Arfi Wahyuni mengajar di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Deli Serdang mengembangkan metode belajar luas permukaan bangun datar dengan cara bermain Ular Tangga. Inovasi itu ia gunakan sejak 2018, dan sudah dipakai sebagai media pembelajaran Matematika hampir di 50 sekolah di Kabupaten Deli Serdang.

Arfi mengatakan, ide ini muncul saat ia melihat kendala siswa-siswanya dalam mengerjakan dan menghafal rumus-rumus untuk menghitung luas permukaan bangun datar.

"Dari situ saya berpikir, apa media yang tepat untuk menstimulus siswa dalam mengingat dalam jangka panjang. Akhirnya saya mengadopsi metode bermain Ular Tangga untuk di aplikasikan dalam luas permukaan bangun datar," ucap Arfi, Sabtu (7/9).

Arfi menjelaskan, dengan mengaplikasikan bentuk luas permukaan bangun datar ke dalam permainan Ular Tangga, secara otomatis para siswa akan mengingat rumus dalam jangka panjang.

"Dengan cara ini, anak-anak tidak perlu menghafal. Mereka dengan sendirinya akan mudah mengingat apa itu rumus layang-layang, apa itu rumus trapesium, belah ketupat dan rumus lainnya," jelasnya.

Selain mudah dipahami, metode ini juga dapat dimainkan kelompok hingga delapan orang. Setiap anak akan memainkan dadu dan hasilnya akan dihitung berdasarkan rumus masing-masing luas permukaan bangun datar.

"Jadi ketika ini dimainkan, secara otomatis mereka akan mengingat rumus setiap jenis luas permukaan bangun datar. Dan jika ada soal-soal yang berkaitan dengan hal itu, tentu anak-anak akan mudah menjawabnya," terang Arfi.

Memainkan metode yang ditemukannya, ia lebih dahulu menuliskan setiap rumus luas permukaan bangun datar di papun tulis. Para siswa yang akan bermain di setiap papan Ular Tangga yang telah diubah dengan bentuk permukaan bangun datar itu berjumlah empat sampai enam siswa.

"Setiap jumlah dadu yang muncul akan dihitung menggunakan rumus masing-masing luas permukaan bangun datar. Jika dalam permainan Ular Tangga bidak akan berjalan berdasarkan jumlah dadu yang muncul, namun berbeda dengan permainan menggunakan rumus Matematika," ungkapnya.

Jalannya bidak atau gacuk pada permainan, berdasarkan hasil perhitungan jumlah dadu yang muncul, dihitung dengan rumus masing-masing bentuk luas bangun datar.

"Misalnya, ketika dadu yang keluar angka dua, maka gacuk berada di kotak nomor dua yaitu di bangun segitiga. Untuk berikutnya, jika pemain mendapatkan mata dadu nilai tiga, itulah yang dijadikan nilai x atau tinggi dalam rumus menghitung bangun segitiga," terang Arfi.

Kemudian, setelah mendapat hasil dari penghitungan menggunakan rumus setiap bentuk bangun, maka bidak pun akan berjalan sesuai jumlahnya. Kalau dari hasil penghitungan mendapatkan hasil enam, maka bidak akan dijalankan enam langkah ke kotak lain, begitu selanjutnya.

"Metode yang saya terapkan ini bermain sambil belajar. Dan anak-anak juga sangat senang dengan metode seperti ini," pungkas Arfi. 

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar