Simpang Siur Kedalaman Danau Toba, Ini Penjelasan Wadir Polair Polda Sumut

Simpang Siur Kedalaman Danau Toba, Ini Penjelasan Wadir Polair Polda Sumut

Wakil Direktur Polair Polda Sumut AKBP Untung Sangaji.

(rel/rzd)

Minggu, 24 Juni 2018 | 18:40

Analisadaily (Medan) - Wakil Direktur Polair Polda Sumut AKBP Untung Sangaji memberi penjelasan terkait simpang siur kabar mengenai kedalaman Danau Toba. Sebab kabar beredar, disebutkan mencapai 1.600.

Penjelasan yang diberikan Untung Sangaji terkait proses pencarian korban dan bangkai Kapal Motor Sinar Bangun yang karam di Danau Toba.

"Kedalaman Danau Toba mencapai 1.600 itu benar. Tapi 1.600 itu bukan dalam hitungan meter, hitungannya feet," kata Untung, Minggu (24/6).

Dijelaskannya, untuk hitungan 1 meter sama dengan 3 feet. Jika 1.600 dibagi 3, maka jadi berkisar 500-an meter. Sampai saat ini, kedalaman tetsebut yang sudah terdeteksi oleh tim SAR gabungan.

"Di Polair, kita sering menyampaikan ukuran kedalaman dalam hitungan feet," jelasnya.

Untung menyebut, pada setiap kapal canggih selalu dilengkapi alat pendeteksi dan pengukur kedalaman air. Alat pengukur tergantung dari jenis kapal.

"Di Danau Toba kedalamannya berubah-ubah, tergantung lokasi," sebutnya.

Hingga kini Polair Polda Sumut yang sudah diturunkan bergabung dengan tim SAR sebanyak 50 personel. Untuk balik terlebih dahulu karena ada tugas mengawasi salah satu wilayah dalam kepentingan Pilkada.

"Saya balik dulu, nanti akan kembali lagi ke Danau Toba," tandasnya.

Untuk diketahui Kapal Motor Sinar Bangun karam di Danau Toba pada Senin (18/6). Saat karam, kapal membawa 180-an penumpang dan puluhan sepeda motor. Hingga hari ketujuh, 21 korban sudah dievakuasi, 18 selamat dan 3 meninggal dunia.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar