Silalahi Arts Festival Usaha Memperkenalkan Potensi Wisata

Silalahi Arts Festival Usaha Memperkenalkan Potensi Wisata

Anak-anak di Silhisabungan sedang menampilkan tarian daerah dalam acara Tao Silalahi Arts Festival di Paropo, Pulau Silalahi, Dairi, Minggu (22/7) (foto istimewa)

(jw/csp)

Minggu, 22 Juli 2018 | 15:01

Analisadaily (Silalahi) - Tao Silalahi Arts Festival merupakan usaha untuk mengangkat, memperkenalkan budaya dan potensi wisata di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

"Event ini sebagai usaha mengenalkan Kecamatan Silahisabungan sebagai daerah pariwisata, dan juga mensosialisasikan Geopark Kaldera Toba kepada publik," ujar Direktur Rumah Karya Indonesia, Ojax Manalu, Minggu (22/7).

Dalam acara ini, kata Ojak, beragam tari-tarian dari 2 sanggar di Silalahi disuguhkan, di antaranya Sanggar Grace dan Sanggar Silalahi II.

Ada juga Workshop Musik oleh kelompok musik tradisional yang dibawakan Arunika. Ia memaparkan secara detail esensi musik Batak. Terlebih lagi keindahan dan keaslian setiap komposisi yang diciptakan.

"Workshop itu sarana sosialisasi kegiatan kesenian kepada masyarakat, terutama anak–anak di Silalahi II. Agar, semakin memahami konsep kesenian yang menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya di daerahnya," jelas Ojax.

Anak-anak di Silahisabungan sedang berjalan membawa tandok dalam cara Tao Silalahi Arts Festival di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

Anak-anak di Silahisabungan sedang berjalan membawa tandok dalam cara Tao Silalahi Arts Festival di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Ojak juga menyampaikan, Tao Silalahi Arts Festival dilaksankan atas kolaborasi bersama seluruh komunitas masyarakat di Kecamatan Silahisabungan. Tidak sebatas memperkenalkan kebudayaan, tapi juga kegiatan lainnya.

Seperti, Festival Ekologi dengan penanaman 5 ribu pohon buah-buahan dan bersih-bersih tao (danau). Selain itu, ada Festival Kopi lokal yang menghadirkan 4000 cangkir kopi Sidikalang.

"Ada juga kegiatan Onan Camp, Kayaking, dan Jelajah Silahisabungan. Dan, ini berlangsung selama tiga hari, 20-22 Juli 2018," terang Ojax.

Peran Masyarakat

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo mengatakan, pertunjukan seperti ini salah satu bentuk promosi yang sangat baik dalam menjaring wisatawan.

Peserta 1000 tenda dalam acara Tao Silalahi Arts Festival di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

Peserta 1000 tenda dalam acara Tao Silalahi Arts Festival di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

"Kekayaan potensi pariwisata Danau Toba ini sangat luar biasa, dan tentunya dengan penguatan wisata, potensi Danau Toba makin terangkat lagi. Apalagi, event ini melibatkan masyarakat serta ikut melestarikan alam," ujar Arie.

Lebih lanjut Arie mengungkapkan, Tao Silalahi Arts Festival, bentuk penguatan pariwisata Kabupaten Samosir di Bidang Seni Budaya. "Seperti Menpar Arief Yahya bilang, budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan," terangnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengapresiasi langsung kegiatan ini, dan menurutnya ini adalah bukti kuat komitmen masyarakat Danau Toba dalam mengangkat potensi yang dimilikinya. Juga memberi gambaran kuat bahwa masyarakat semakin sadar wisata.

"Ini merupakan gambaran yang baik peran serta masyarakat dalam mengangkat pariwisata. Masyarakat semakin sadar. Ini sangat luar biasa," ujar Menpar.

Menpar juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang mereka punya. Sehingga kemandirian masyarakat lewat kepariwisataan dapat terwujud.

"Yang paham atas segala kelebihan yang dimiliki Danau Toba adalah masyarakatnya sendiri. Saya yakin kedepan pariwisata Danau Toba akan semakin mendunia dengan kemandirian masyarakatnya," pungkas Menpar.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar