Sihar Sitorus: Kualitas Pendidikan Sumut Harus Meningkat

Sihar Sitorus: Kualitas Pendidikan Sumut Harus Meningkat

Sihar Sitorus (Foto: Istimewa)

(rel/rzd)

Kamis, 3 Mei 2018 | 11:42

Analisadaily (Medan) - Sihar Sitorus perlu adanya progres cepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara. Persoalan sarana dan prasarana pendidikan hingga gaji guru, tak lagi menjadi keluhan pada setiap tahunnya dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Sihar mengungkapkan, sesuai dengan tema Hardiknas 2018, yakni Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan, menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah untuk meningkatkan kualitas kedua hal tersebut.

“Pertama, saya dan Pak Djarot turut mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita bersama-sama peduli pada peningkatan mutu pendidikan Sumatera Utara dan bangsa ini. Tema ini memiliki arti yang saya kira sangat mendalam. Menguatkan Pendidikan, berarti persoalan sarana dan prasarana juga pembangunan di bidang pendidikan harus maksimal. Begitu juga persoalan kesejahteraan para guru juga harus dijamin,” kata Sihar, ditulis Kamis (3/5).

“Jika hal ini sudah baik, maka kebudayaan juga akan maju. Karena, pendidikan dan kebudayaan ini sangat erat hubungannya dan saling melengkapi, dengan pendidikan sebagai ujung tombak,” tambahnya.

Menurut Sihar, persoalan ini sudah masuk dalam program utama ia dan Djarot bila ditakdirkan memimpin Sumatera Utara 2018-2023 mendatang.

“Kami, saya dan Pak Djarot, selalu kami sampaikan saat kampanye ke daerah Sumut, bahwa kami menjamin pelayanan pendidikan berkualitas gratis 12 tahun bagi siswa-siswi tidak mampu, mewajibkan penggunaan Kartu Sumut Pintar (KSP) non-tunai, memberikan bantuan pendidikan ke perguruan tinggi bagi siswa-siswi tidak mampu,” tuturnya.

Soal sarana dan prasarana pendidikan pun jelas menjadi perhatian utama Djarot-Sihar. Karena, ia melihat masih banyaknya ditemui kondisi sekolah yang memprihatinkan. Hal ini jelas berdampak terganggunya guru mengajar dan murid untuk belajar. Begitu juga dengan kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa.

“Persoalan sarana dan prasarana pendidikan, kami juga fokuskan merehabilitasi bangunan sekolah dengan melengkapi fasilitas pendidikan sesuai standar nasional dan berbasis IT, pembentukan SMK Mandiri bekerja sama dengan dunia usaha dan industri. Juga, pemberian tunjangan (TKD) guru, kepala sekolah dan tenaga pendidik yang berbasis kinerja, rotasi guru dan kepala sekolah untuk peningkatan dan pemerataan kualitas sekolah,” jelasnya.

Peringatan Hardiknas 2018 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia menegaskan, pemerintah fokus kepada tiga hal. Yakni, kepentingan masyarakat, kepentingan tenaga pengajar, dan cita-cita pendidikan nasional.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar