Sihar Ajak Warga Sumut Lestarikan Geopark Kaldera Toba

Sihar Ajak Warga Sumut Lestarikan Geopark Kaldera Toba

Sihar melakukan pendakian ke Pusuk Buhit.

(rel/rzd)

Minggu, 22 April 2018 | 11:51

Analisadaily (Samosir) - Sihar Sitorus mengajak warga untuk melestarikan Geopark Kaldera Toba (GKT). Ajakan disampaikan Sihar saat mengunjungi sejumlah geopoint GKT di Pusuk Buhit.

Sihar melakukan pendakian ke Pusuk Buhit pada Sabtu (21/4) kemarin. Sihar mengatakan, kawasan GKT unik karena memiliki beragam keistimewaan. Menurutnya, GKT merupakan kawasan yang berisi aneka jenis unsur geologi yang memiliki makna dan fungsi sebagai warisan alam.

Di kawasan ini juga dapat diimplementasikan berbagai strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan, namun harus dijaga dan ditata dengan baik.

"Pusuk Buhit ini contoh geopoint. Di tempat ini ribuan tahun lalu ada peradaban yang menjadi cerita rakyat, melegenda dan sekarang menjadi mitos. Sebagai putra asli Batak, wajar mencoba napak tilas cerita ribuan tahun itu. Serta melihat Danau Toba dari sudut yang berbeda. Karena itu harus kita jaga dan lestarikan," katanya, ditulis Minggu (22/4).

Sihar juga mengatakan, jika Danau Toba masuk menjadi taman bumi lewat program Geopark Unesco, maka akan berkontribusi terhadap pengembangan daerah. Selain itu geopark juga memiliki tujuan untuk mengembangkan kawasan dengan metode ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan lewat dunia pariwisata geologi.

Di sisi lain pengembangan geopark tidak merugikan masyarakat, bahkan sebaliknya akan menguntungkan. Karena metode geopark memperbolehkan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam kawasan untuk menghubungkan kembali nilai-nilai warisan bumi kepada masyarakat itu sendiri.

Sihar mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan GKT. Hal ini baginya harus digalakkan. Termasuk Pusuk Buhit, bisa ditata dengan baik, membenahi jalan dan aksesibilitas yang aman dan memenuhi ketentuan wisata.

"Sehingga orang bisa berwisata dengan nyaman. Serta menikmati panorama indah. Termasuk jika ilalang berganti menjadi bunga yang indah dan tanaman asli daerah dikembalikan ke habitatnya," katanya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar