Setelah 13 Tahun Jalani Hukuman di Indonesia, Lawrence Dideportasi

Setelah 13 Tahun Jalani Hukuman di Indonesia, Lawrence Dideportasi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Maryoto Sumadi, memantau pelayanan keimigrasian di Kanim Denpasar

(rzp/eal)

Rabu, 21 November 2018 | 16:43

Analisadaily (Bali) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) Bali akan membebaskan seorang Warga Binaan Asing atas nama Renae Lawrence. Pria berkebangsaan Australia ini telah selesai menjalankan pidana.

Hal itu berdasarkan Keputusan Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor: 21/Pid.B/2006/PT.Dps tanggal 13-04-2006, karena memenuhi unsur pasal 82 ayat (3) UU RI Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, berupa pidana penjara 20 tahun serta pidana denda sebesar Rp 1.000.0000.000,- (satu miliar rupiah) atau subsider 6 (enam) bulan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Maryoto Sumadi mengatakan, Renae Lawrence menjalankan pidana terhitung sejak tanggal 13 April 2006 sampai dengan 21 November 2018, termasuk di dalamnya pengurangan masa pidana berupa remisi hari kemerdekaan dan hari raya keagamaan, serta penambahan pidana subsider selama 6 (enam) bulan akibat tidak dapat melaksanakan pidana denda Rp. 1.000.0000.000,- (satu miliar rupiah).

"Proses administrasi telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, diawali dengan dikeluarkan Surat Keterangan Bebas yang ditandatangani oleh Kepala Rumah Tahanan Negara Bangli Nomor: W20.EB-PK.01.01.02-1397 tanggal 21 November," kata Maryoto, Rabu (21/11).

Diterangkannya, Rutan Bangli juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap yang bersangkutan, dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter Rumah Tahanan Negara Klas IIB Bangli Nomor: W20.EB.PK.01.07.01-1356 tanggal 21 November 2018 yang menerangkan bahwa pemeriksaan fisik dalam keadaan sehat serta riwayat penyakit yang bersangkutan.

"Selanjutnya Rutan Bangli melakukan serah terima yang bersangkutan kepada pihak Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar," terangnya.

Mengapa warga negara asing yang telah selesai menjalankan pidana tetap diserahkan kepada Imigrasi?

Dalam perspektif Keimigrasian, warga negara asing tersebut tidak memilki izin tinggal yang sah dan masih berlaku. Oleh karena itu sesuai dengan ketentuan pasal Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian akan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa pendeportasian.

"Tindakan pendeportasian ini akan diikuti pencantuman identitas yang bersangkutan dalam Daftar Tangkal Dalam rangka melaksanakan ketentuan undang-undang," terang Maryoto.

Diungkapkan Maryoto, dirinya telah memerintahkan agar Kepala Kantor Kelas I TPI Denpasar mengeluarkan surat keputusan Tindakan Administrasi Keimigrasian Nomor: W20.EB.GR.02.02.0274 Tahun 2018 tanggal 21 November 2018, yang dilengkapi dengan Surat Perintah Pengawalan Nomor W20.EB.GR.02.02.0276 Tahun 2018 tanggal 21 November 2018 serta Surat nomor W20.EB.GR.02.02.0275 Tahun 2018 tanggal 21 November 2018 tentang Pengawasan Keberangkatan Deportasi atas nama Renae Lawrence.

Pendeportasian terhadap Renae Lawrence diikuti dengan pencantuman identitas yang bersangkutan dalam Daftar Tangkal serta dimasukan ke dalam aplikasi Border Control Management (BCM) Sistim Informasi Manajemen Keimigrasian, yang secara otomatis dan real time akan tergelar di 30 Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara, 93 Tempat Pemeriksaan Imigrasi Laut, 9 Tempat Pemeriksaan Imigrasi Darat.

Masa berlaku penangkalan terhadap bagi warga negara asing pelaku kejahatan narkotika, berdasarkan pasal 102 ayat (3) Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, berlaku seumur hidup.

Renae Lawrence akan dibawa ke Bandara Internasional Ngurah Rai dan akan ditempatkan sementara di Ruang Detensi Imigrasi yaitu ruang penampungan sementara bagi Orang Asing yang dikenai Tindakan Administrasi Keimigrasian, dalam rangka menunggu kepulangan.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya terhadap Kapolda Bali beserta jajaran Biro Ops Polda Bali, Polres Bangli, Polres Badung serta jajaran Lanud Ngurah Rai atas bantuan dan kerjasamanya," Maryoto menandaskan.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar