Setelah 115 Tahun, Ephorus HKBP Kunjungi Pulau Enggano

Setelah 115 Tahun, Ephorus HKBP Kunjungi Pulau Enggano

Ephorus HKBP, Pdt. Darwin Lumbantobing, mengunjungi Pulau Enggano, Bengkulu

(dgh/eal)

Minggu, 30 Juli 2017 | 15:57

Analisadaily (Bengkulu) - Setelah 115 tahun pasca pekabaran injil ke Pulau Enggano, Bengkulu, kehidupan ekonomi, kondisi jalan dan pendidikan masyarakat di sana masih minim.

Pendeta Resort Enggano, Rindu Hutasoit mengatakan, penduduk pulau tersebut memiliki bahasa daerah setempat tetapi tidak banyak yang bisa Berbahasa Enggano. Maka, kemampuan literasi masyarakatnya masih sulit. Bahkan sebagian besar masyarakatnya buta aksara Enggano dan tidak ada literatur tentang Bahasa Enggano.

Pabuki (Ketua Adat) Pulau Enggano, St Harun Kaarudi, juga menguatkan pernyataan tersebut. Apalagi pendidikan masyarakat Enggano juga masih jauh dari ideal. Kendala lain yang dihadapi masyarakat setempat adalah buruknya hasil pertanian. Belum lagi akses jalan untuk mengangkut hasil pertanian yang tidak mendukung.

Camat Enggano, St Marlansius alias Jaka menyebut, masyarakatnya kini kesulitan dalam perekonomian. Pasalnya hasil pertanian tidak sebanding dengan nilai jualnya. Apalagi kalau hasil tani dijual keluar Pulau Enggano.

"Mata pencaharian di sini bertani tetapi tidak maksimal. Misalnya masyarakat dimana-mana awalnya menanam pisang dan Enggano sempat menjadi sentra penghasil pisang, tetapi sekarang, hasil bertanam pisang bobrok karena harga jatuh. Lalu masyarakat beralih ke cokelat, namun gagal juga. Itu melemahkan semangat tani penduduk di sini," beber Jaka, Minggu (30/7).

Anjloknya harga hasil pertanian, memaksa masyarakat ramai-ramai beralih profesi. Penduduk setempat kini beralih menjadi nelayan. Akan tetapi pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menangkap ikan terbatas.

"Masyarakat kami kini bertahan hidup dengan menangkap ikan," timpal camat.

Melihat kondisi tersebut, Pimpinan Tertinggi Gereja (Ephorus) HKBP, Pdt. Darwin Lumbantobing mengatakan, dibutuhkan banyak dukungan untuk memajukan pulau tersebut.

Ephorus pun bertindak cepat dengan menemui Plt Gubernur Bengkulu. Ephorus meminta Plt Gubernur Bengkulu agar memberikan perhatian lebih serius untuk kemajuan Pulau Enggano.

Ephorus berkunjung ke Enggano selama tiga hari. Ia didampingi Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Anna V. Pangaribuan dan Kabiro Zending HKBP, Pdt. C.O.R. Silaban meninjau kehidupan jemaat supaya bisa merancangkan upaya gereja dalam meningkatkan kualitas jemaat, baik finansial maupun pekerjaan. Dalam kesempatan itu, Praeses meresmikan Resort Khusus HKBP Enggano.

Kehadiran Ephorus mendapat sambutan hangat dari penduduk setempat, khususnya jemaat HKBP. Mereka senang karena akhirnya bisa bertemu dan bertegur sapa langsung dengan Ephorus.

Sebab selama 115 tahun sejak injil masuk Enggano, baru kali ini Ephorus HKBP mengunjungi mereka.

Atas kerelaan Ephorus meringankan langkahnya, masyarakat Enggano pun menyambut dengan tarian perang, sebuah tarian penghormatan.

Pabuki menjelaskan, Tariang Perang Enggano berarti menyambut gembira sebab Tuhan memberkati orang yang datang ke pulau mereka. Tarian Perang ini merupakan salah satu tarian kehormatan Enggano yang dipelihara hingga sekarang. Tarian ini hanya dipertunjukkan pada acara-acara penting Pulau Enggano.

"Saya mendengar Pulau Enggano sudah sangat lama belum pernah dikunjungi pimpinan HKBP, makanya saya datang. Saya rindu melihat masyarakat dan jemaat di sana," ungkap Ephorus HKBP.

Ephorus HKBP juga menyempatkan diri memberikan bimbingan pastoral kepada seluruh warga dan jemaat HKBP. Ia bersukacita karena Tuhan memberikan kesempatan baginya untuk mengunjungi Pulau Enggano serta memikirkan dan melakukan sesuatu yang baik bagi masyarakat di sana.

"Tuhan sudah merancangkan hal baik bagu kita dengan sedemikian rupa. Maka dengan pelayanan HKBP, diharapkan jemaat maupun masyarakat pun semakin matang, semakin tambah kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Kita harus sadar, tidak ada gereja tertentu yang kuat maupun yang lemah karena kita semua adalah anggota tubuh dengar tekstur dan fungsi masing-masing. Marilah saling mendukung dan saling melengkapi," petuah Ephorus.

(dgh/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar