Sepanjang Bulan Ini Harimau Serang Dua Warga di Palas

Sepanjang Bulan Ini Harimau Serang Dua Warga di Palas

Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi

(jw/eal)

Senin, 27 Mei 2019 | 20:51

Analisadaily (Padang Lawas) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara mencatat selama Mei 2019 ada dua laporan terkait penyerangan harimau terhadap masyarakat di Kabupaten Padang Lawas (Palas).

"Serangan harimau kepada warga masyarakat di Kabupaten Padang Lawas sebanyak dua kali yaitu tanggal 16 Mei 2019 di Kecamatan Ulu Barumun dan tanggal 26 Mei 2019 di Kecamatan Sosopan," kata Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, Senin (27/5).

Hotmauli menjelaskan, pertama informasi yang diterima Bidang Konservasi Wilayah III Padang Sidimpuan dari Polsek Sibuhuan Barumun, Jumat (17/5), perihal konflik satwa diduga Harimau Sumatera di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, yang menewaskan seorang warga.

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, pada hari itu juga Tim BBKSDA Sumatera Utara yang diwakili Bidang Konservasi Wilayah III Padang Sidimpuan segera menuju Desa Siraisan dan berkoordinasi dengan Kepala Desa, Koramil 08/Sibuhuan serta Polsek Sibuhuan Barumun. Hasil koordinasi, tim mendapat penjelasan bahwa korban merupakan seorang petani.

"Korban bernama Abu Sali Hasibuan (61) seorang petani meninggal dunia pada Kamis (16/5) sekitar pukul 01.00 WIB di kebun karet akibat diserang binatang buas yang diduga seekor Harimau Sumatera," jelasnya.

Kemudian, sambung Hotmauli, tindakan yang dilakukan tim di lapangan adalah mengecek lokasi dan menemukan tanda yang diperkirakan jejak harimau.

Selanjutnya tim memasang kamera trap di lokasi penemuan jasad korban. Bersama-sama dengan masyarakat juga memasang perangkap atau jebakan di sekitar perkebunan dengan syarat warga diminta untuk tidak melukai ataupun membunuh harimau tersebut bila nantinya masuk dalam perangkap.

"Tanggal 19 sampai 20 Mei 2019, tim melakukan patroli ke desa dengan sasaran areal perkebunan masyarakat serta sekitar pinggiran sungai Desa Siraisan. Hasil patroli, tidak ditemukan adanya jejak harimau dan kamera trap yang sudah dipasang selama 3 hari juga tidak menemukan adanya aktivitas Harimau Sumatera di lokasi tersebut," tuturnya.

Kemudian pada hari Minggu (26/5) sekitar pukul 19.00 WIB pihak BBKSDA kembali mendapatkan informasi terkait terjadinya konflik satwa Harimau Sumatera dan kali ini di Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas. Dalam peristiwa itu seorang warga mengalami luka-luka.

"Korban bernama Faisal Hendri Hasibuan (48) yang bekerja sebagai petugas penyuluh lapangan di Dinas Pertanian, menderita luka-luka pada sekujur tubuhnya (luka robek pada bagian belakang kepala, luka robek pada bagian kepala samping kiri, luka cakar pada bagian punggung dan luka robek pada bagian dada sebelah kiri)," ujar Hotmauli.

Berkaitan dengan peristiwa itu, pihak BBKSDA mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas, terutama saat melakukan aktivitas di daerah perladangan maupun perkebunan.

"Diharapkan warga untuk tidak beraktivitas sendirian, tetapi berkelompok, sesegera mungkin melaporkan kepada petugas dan pihak-pihak terkait lainnya bila mendengar dan menemukan tanda-tanda kehadiran binatang buas, baik Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya dan menghindari perbuatan yang menyebabkan terluka atau matinya satwa liar, khususnya jenis yang dilindungi undang-undang. Kecuali terpaksa untuk melindungi keselamatan diri," imbau Hotmauli.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar