Seorang Nelayan di Simangalam Diserang Buaya

Seorang Nelayan di Simangalam Diserang Buaya

Perahu yang digunakan Misran terlihat rusak, Senin (9/9)

(jw/csp)

Senin, 9 September 2019 | 13:21

Analisadaily (Medan) - Seorang warga diterkam buaya saat sedang mencari ikan di Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, Jumat (6/9).

Korban bernama Mirsan (56). Peristiwa ini berawal saat ia ingin mengecek perangkap ikannya pukul 06.30 WIB menggunakan sampan kecil. Namun, tiba-tiba seekor buaya menyerang  perahunya hingga terbalik.

Kepala Desa Simanggalam, A. Marpaung mengatakan, Mirsan yang diterkam buaya mengalami luka dibagian perut, dada dan pinggang. Sedangkan sampan yang digunakannya hancur.

"Pada saat terjatuh, korban mencoba berenang ke darat. Namun, buaya menyerangnya, hingga korban mengalami luka," kata A. Marpaung, Senin (9/9).

Masyarakat yang melihat peristiwa kemudian menolong Misran dengan mengangkat ke darat karena sudah terluka.

"Warga yang mengetahui Mirsan terluka buru-buru membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan," ujar Marpaung.

Menurut Marpaung, buaya yang ada di Sungai Simangalam sudah ada sejak lama. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada warga untuk menjauhi sungai sementara.

Dia juga berharap pemerintah dalam hal ini Balai Besar Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) segera bertindak cepat agar tidak ada korban lagi.

"Sudah lama buaya ada sungai itu, saya lupa sejak kapan. Saya mohon kepada badan yang berwenang menangkap buaya di Sungai Simanggalam ini," ucapnya.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, mengaku belum mengetahui peristiwa itu. Menurutnya pihak BBKSDA akan melakukan pengecekan lokasi kejadian.

"Baru tahu saya. Nanti kita akan lakukan pengecekan ke sana. Kalau memang benar itu buaya atau tidak," terangnya.

Hotmauli mengimbau jika memang sungai itu habitat buaya, maka masyarakat diminta untuk tidak mendekatinya sehingga tidak terjadi konflik satwa dan manusia.

"Kalau habitat buaya, ya manusianya yang bergeser. Kan gak mungkin kita main evakuasi-evakuasi aja. Yang perlu itu kan sosialisasi dan mitigasi untuk meminimalisir korban. Makanya kita imbau masyarakat untuk menghindari lokasi sebelum pihak BBKSDA datang ke sana dan memberikan sosialisasi," tambahnya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar