Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya Sejak Balita

Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya Sejak Balita

Pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya

(jw/eal)

Sabtu, 9 Februari 2019 | 21:18

Analisadaily (Medan) - Petugas kepolisian dari Polrestabes Medan melalui tim Pegasus mengamankan Yuda Aswin alias Mamat (34) warga Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, setelah mencabuli dua orang anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur.

Informasi yang peroleh Analisadaily.com, perbuatan tersangka baru diketahui oleh ibu korban Ruswati (36) pada 2017 lalu.

Saat itu Ruswati yang baru bangun tidur melihat tersangka sedang mencabuli putrinya, SAN (10). Melihat hal tersebut Ruswati langsung marah dan terjadi percekcokan dengan tersangka yang tak lain merupakan suaminya sendiri.

Kemudian pada 1 Desember 2018 sekira pukul 07.00 WIB, NSN (9) putri bungsu mereka mengaku juga telah dicabuli oleh ayah kandungnya. Mendengar hal tersebut Ruswati langsung menginterogasi kedua anaknya, SAN dan NSN. Dari hasil pengakuan keduanya, mereka mengakui sering dicabuli ayahnya.  

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha, mengatakan bahwa ketika mendapat informasi tersebut, petugas dari personel Pegasus Unit PPA Reskrim Polrestabes Medan langsung menangkap tersangka di kediamannya.

"Setelah kita amankan dan kita interogasi, ternyata pelaku mengakui bahwa perilaku bejatnya sudah dilakukannya sejak 2015 dan saat itu anak-anak mereka masih balita," kata Putu, Sabtu (9/2).

Dari pengakuan pelaku, sambung Putu, dirinya sering menurunkan celana anak-anaknya kemudian menepuk-nepuk pantat kedua anaknya.

"Selain itu pelaku juga selalu membuka celananya hingga telanjang dan memakai kain sarung di depan anak-anaknya," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1),(2) (3) jo 76D atau Pasal 82 Ayat (1) (2) Jo 76 E UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku telah melakukan tindak pidana persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," pungkas Putu.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar