Seminar Nasional: Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Seminar Nasional: Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Seminar Nasional Bahasa-Bahasa Lokal bertema Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik, Sabut (18/11)

(rzp/csp)

Sabtu, 18 November 2017 | 16:01

Analisadaily (Medan) – Dalam upaya mendukung pemerintah untuk menggalakan kajian terhadap bahasa lokal di Indonesia, Program Studi Magister dan Doktor Linguistik (PMSL) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara menggelar Seminar Nasional Bahasa-Bahasa Lokal.

Bertema ‘Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik’ seminar ini membahas bahasa lokal di Sumatera Utara, serta implementasi terhadap pencegahan konflik distorsi bahasa di lingkungan masyarakat dengan keragaman etnik.

"Ini yang pertama diselenggarakan di Indonesia, dan Sumut khususnya. Penyelenggaraan ini mengingat adanya penggalakan kajian bahasa lokal oleh pemerintah," kata Ketua Penyelenggara, Dr. Eddy Setia, M. Ed., TESP, yang juga Ketua Prodi Linguistik FIB USU, Sabtu (18/11).

Seperti diketahui, Sumut merupakan provinsi beragam etnik. Masing-masing etnik punya bahasa berbeda. Selain dapat merekatkan keragaman, kajian ini juga dapat mengantisipasi terjadinya konflik di lingkungan masyarakat, terutama hal bahasa.

"Sekarang kita mulai dari segi kajian bahasa lokal sebagai perekat dulu, sehingga kita dapat menghindari kemungkinan konflik distorsi antar masyarakat terkait bahasa- bahasa lokal," terangnya.

Disebutkannya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong para peneliti linguistik, khususnya mahasiswa linguistik baik di S2 maupun S3, agar lebih memperdalam penelitian serta mengkaji mengenai bahasa-bahasa lokal yang ada di Sumut.

"Bermodal pengetahuan dasar penelitian linguistik, yang juga menjadi pembahasan dalam seminar ini, peserta tentunya memiliki modal kuat untuk meneliti bahasa-bahasa lokal yang ada di Sumut," ucapnya.

Ketua Ikatan Mahasiswa Linguistik, Sabriandi Erdian, yang hadir sebagai peserta dalam seminar ini memberikan apresiasi atas diselenggarakanya kegiatan. Menurutnya, ini pemacu lahirnya penelitian dan kajian-kajian baru mengenai bahasa-bahasa lokal.

"Sekarang ini masih sedikit kita temukan kajian tentang bahasa lokal. Kegiatan ini sangat membantu para praktisi maupun akademisi bahasa untuk mendalami keilmuan bahasa lokal. Dengan ini, kita juga dapat menggali potensi bahasa lokal sebagai kekayaan budaya Sumut," lanjutnya.

Pembicara utama pada kegiatan seminar ini, Dr. Sudaryanto, selaku Ilmuan Peneroka Hakikat Bahasa dengan pembahasan "Yang Layak dan Perlu Dalam Upaya Pengoptimalan Fungsi Bahasa Lokal yang Melibatkan Ahli Warisnya si Generasi Milenial".

Kemudian juga Dr. Ganjar Harimansyah, M. Hum, selaku Kepala Bidang Pelindungan Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dengan pembahasan "Kebijakan Pelindungan dan Kajian Vitalitas Bahasa Daerah".

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar