Seluruh Bursa Saham Global Kompak Melemah

Seluruh Bursa Saham Global Kompak Melemah

Ilustrasi.

Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:06

Analisadaily (Medan) - Aksi jual massal investor di berbagai bursa saham menyebabkan seluruh bursa saham global pada hari ini, Kamis (11/10), kompak melemah.

Pelemahan terdalam berada pada Shenzhen Stock Exchange, pelemahan terjadi sebesar 6,446%  disusul pelemahan Taiwan Stock Exchange yang melemah 6,313%, Shanghai melemah 5,223%, Korea melemah 4,44%, Dow Jones melemah 3,14%, dan Nasdaq melemah 4%.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, pelemahan ini terjadi adanya sentimen negatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengomentari kebijakan kenaikan suku bunga yang telah dilakukan The Fed sebelumnya.

Kenaikan suku bunga yang terus menerus terjadi di AS dirasa bertolak belakang dengan keinginan Trump. Dimana Trump beranggapan, kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed justru dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi yang sedang tumbuh saat ini.

“Kenaikan suku bunga The Fed meningkatkan investasi  obligasi bertenor 10 tahun AS menjadi sasaran empuk untuk berinvestasi aman dalam jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini,” kata Gunawan.

Diungkapkan Gunawan. sejalan dengan kritikan yang dilontarkan Trump, The Fed tidak perlu membuang amunisi dengan menaikkan suku bunga secara bombardir di tengah penguatan pertumbuhan ekonomi AS yang sedang menggeliat.

“The Fed juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi di negara berkembang. Khususnya yang terpapar dampak negatif dari kebijakan kenaikan suku bunga acuan The Fed,” ungkapnya.

Gunawan menyebut, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pelemahan yang terjadi di bursa global lainnya. Investor dalam negeri berhasil menopang pelemahan saham yang cukup tajam saat pembukaan perdagangan.

“IHSG tercatat melemah 117 poin atau turun 2% di level 5.702. Level tertinggi IHGS berada di level 5.746 dan level terendah berada di level 5.669,” sebutnya.

Rupiah Melemah

Di sisi lain, pelemahan Rupiah masih terus berlangsung. Rupiah semakin terpuruk melewati 15.300 per Dolar AS. Menjelang penutupan perdagangan sore, Rupiah diperdagangkan di kisaran 15.305 per Dolar AS.

Tidak hanya Rupiah yang mengalami pelemahan saat ini, beberapa mata uang lainya juga mengalami pelemahan terhadap Dolar AS, yakni dolar (Taiwan), Yen (Jepang), dan Yuan (China).

Berbeda dari IHSG, pelemahan Rupiah saat ini justru merupakan pelemahan yang terdalam dibandingkan dengan mata uang lainnya.

“Bank Indonesia saat ini harus berupaya kuat menjaga nilai tukar Rupiah, karena pelemahan Rupiah saat ini sangat jauh dari fundamentalnya. Apalagi saat ini Dolar AS semakin menguat tajam,” tandasnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar