Selundupkan 100 Kg Sabu dari Malaysia ke Medan, 2 Pelaku Dijatuhi Hukuman Mati

Selundupkan 100 Kg Sabu dari Malaysia ke Medan, 2 Pelaku Dijatuhi Hukuman Mati

Kedua terdakwa penyelundupan narkoba 100 Kilogram dari Malaysia ke Medan.

(jw/rzd)

Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:32

Analisadaily (Medan) - Edy Suryadi alias Adi dan Arman alias Man, kedunya merupakan terdakwa penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 100 Kilogram dari Malaysia ke Medan. Atas perbuatannya, Edy dan Arman dijatuhi hukuman mati.

"Kedua terdakwa dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika," kata majelis hakim yang diketuai M. Ali Tarigan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (11/10).

Ali menegaskan, bahwa Edy dan Arman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Arman alias Man dan Edy Suryadi alias Adi dengan hukuman mati," tegasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Chandra Priono Naibaho, meminta agar keduanya dijatuhi hukuman mati. Namun saat ditanya hakim, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan banding.

Untuk diketahui, Edy, Arman, bersama Syafi’i alias Fi’i ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan 100 Kilogram sabu-sabu dari Penang, Malaysia, ke Medan.

Arman dan Syafi’i yang pertama kali ditangkap. Keduanya diringkus di rumah Arman, Jalan Baru, Lingkungan 15, Gang Keluarga, Terjun, Medan Marelan, Kota Medan, pada 12 Desember 2017 sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat di rumah tersebut, petugas menemukan 7 karung berisi 100 Kilogram sabu-sabu. Narkotika itu disembunyikan di dalam kamar mandi. Arman yang merupakan pemilik kapal diupah Rp 10 juta untuk menjemput narkoba itu dari perairan Penang, Malaysia.

Saat menjemput narkotika itu, warga Samalanga, Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi (DPO). Sementara Syafi’i bertugas membawa 7 karung sabu-sabu dari kapal boat di perairan Belawan ke rumah Arman. Barang haram itu diangkut menggunakan becak. Perjalanannya dari Belawan telah dipantau petugas kepolisian. Dalam perjalanan kasus ini, Syafi’i meninggal dunia di dalam tahanan.

Penangkapan Arman dan Syafi’i itu berlanjut dengan diringkusnya Edy di Jalan Gagak Hitam, Kota Medan, sekitar pukul 08.00 WIB. Edy yang merupakan warga Teladan, Medan Kota ini merupakan pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini alias Apani (DPO).

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar