Selandia Baru Larang Penggunaan Tas Plastik Sekali Pakai

Selandia Baru Larang Penggunaan Tas Plastik Sekali Pakai

Ilustrasi (Pixabay)

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 22:35

Analisadaily - Selandia Baru menjadi negara terbaru yang mengeluarkan pelarangan penggunaan tas belanja plastik sekali pakai. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi.

Dilansir dari Asia One, Sabtu (11/8), Selandia Baru menggunakan ratusan juta kantong plastik sekali pakai setiap tahun, banyak yang akhirnya membahayakan kehidupan laut.

"Kita harus jauh lebih pintar dalam cara mengelola limbah, dan ini adalah awal yang baik," katanya.

"Kami meninggalkan kantong plastik sekali pakai, sehingga kami bisa lebih baik menjaga lingkungan dan menjaga reputasi bersih dan hijau di Selandia Baru."

Ardern mengatakan, pemerintahan koalisinya, yang termasuk Partai Hijau, menghadapi tantangan lingkungan dan seperti perubahan iklim.

"Kami mengambil langkah yang berarti untuk mengurangi polusi plastik, sehingga kami tidak melewatkan masalah ini untuk generasi mendatang."

Tas plastik sekali pakai adalah barang yang paling umum ditemukan di sampah pantai di Selandia Baru. Kelompok lingkungan Greenpeace menyambut baik keputusan tersebut.

"Ini bisa menjadi lompatan besar dalam mengubah gelombang pencemaran plastik laut dan langkah pertama yang penting dalam melindungi kehidupan laut seperti penyu dan ikan paus, dari epidemi limbah plastik yang semakin meningkat," kata aktivis Greenpeace Oceans, Emily Hunter.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juni mengatakan, hingga lima triliun tas belanjaan digunakan secara global setiap tahun, yang hampir 10 juta kantong plastik per menit.

"Jika diikat bersama-sama, semua tas plastik ini bisa dililit dunia tujuh kali setiap jam, dan seperti kebanyakan sampah plastik hampir tidak ada yang didaur ulang," kata kepala Lingkungan PBB, Erik Solheim.

PBB mengatakan lebih dari 60 negara telah menerapkan larangan dan pungutan pada barang-barang plastik sekali pakai seperti tas.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar