Selama Sebulan, 76 WNA Ilegal Meraup Keuntungan Rp 13 M

Selama Sebulan, 76 WNA Ilegal Meraup Keuntungan Rp 13 M

Para WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang diamankan di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (16/5)

(jw/eal)

Selasa, 16 Mei 2017 | 18:05

Analisadaily (Deli Serdang) - Sebanyak 76 Warga Negara Asing (WNA) diamankan tim gabungan dari Interpol Tiongkok, Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara dalam penggerebekan sebuah gudang di Jalan Besar Tanjung Morawa-Kualanamu, Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin(15/5) kemarin.

Tidak sampai satu bulan menjalankan operasi ilegal berbasis online, para WNA itu sudah meraup keuntungan hingga USD 1 juta atau setara dengan Rp 13 miliar.

"Berdasarkan keterangan pihak kepolisian Taiwan, mereka hampir sebulan menjalankan aksinya itu dan keuntungannya mencapai USD 1 juta atau setara 13 miliar rupiah," kata Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol. Toga Panjaitan, Selasa (16/5).

Toga menjelaskan, dalam aksinya, para pelaku digaji sebesar USD 2.000-3.000 per orang. Selama berada di Deli Serdang, mereka menelepon sejumlah pejabat di Tiongkok atau Taiwan yang sedang bermasalah, lalu memerasnya.

"Jadi mereka itu bekerja disini tinggal menelepon para pejabat yang bermasalah. Pelaku menelepon korbannya dan mengaku sebagai polisi, jaksa atau semacam KPK disana. Kemudian mengintimidasi korban hingga mau mentransfer uang," jelasnya.

Toga menuturkan, proses transfer maupun pengambilan uang tetap dilakukan di negara masing-masing. Para pelaku yang berada di Indonesia hanya bertugas menjalin komunikasi. Setelah berhasil memeras korbannya, barulah uang ditransfer.

"Kami akan koordinasikan ini ke imigrasi untuk mendeportasi mereka karena mereka hanya mempunyai visa melancong dan penegakan hukum akan dilakukan di negara mereka," pungkas Toga.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar