Selama Ramadan, Pesantren AR-Raudlatul Hasanah Gelar Tadarus Berjamaah

Selama Ramadan, Pesantren AR-Raudlatul Hasanah Gelar Tadarus Berjamaah

Para santri di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah rutin menggelar tadarus berjamaah.

(rel/rzd)

Selasa, 22 Mei 2018 | 17:16

Analisadaily (Medan) - Selama bulan suci Ramadan, para santri dan santriwati di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah rutin menggelar tadarus berjamaah atau bersama-sama.

Uniknya, tadarus berjamaah yang dilaksanakan di Pesantren AR-Raudlatul memiliki pola melingkar. Para santri dan santriwati silih berganti membaca kita suci Alquran dengan posisi duduk berkelompok dan membentuk lingkaran.

Direktur Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah, H Solihin Adin mengatakan, santri dan santriwati di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah menjadikan tadarus sebagai kegiatan rutin di bulan Ramadan.

“Kegiatan seperti tadarus diperbanyak selama Ramadan. Untuk tadarus di Ramadan tahun ini sedikit berbeda, para santri dan santriwati juga harus fokus dengan ujian kenaikan kelas,” kata Solihin, Selasa (22/5).

Dijelaskannya, untuk Ramadan tahun ini di di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah memiliki dua agenda tadarus dalam setiap harinya, tadarus pertama selesai Salat Subuh dan tadarus kedua selesai Salat Zuhur.

“Selesai Salat Subuh tidak terlalu diwajibkan tadarus bersama-sama, karena di pagi harinya para santri harus mempersiapkan diri untuk ujian. Kalau selesai Salat Zuhur, beru bersama-sama tadarusannya,” ucap Solihin.

Para santri di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah rutin menggelar tadarus berjamaah.

Para santri di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah rutin menggelar tadarus berjamaah.

Diungkapkannya, tahun lalu kegiatan yang dilakukan para santri dan santriwati di pesantren yang berada di Jalan Setia Budi, Paya Bundung, Kota Medan ini cukup banyak, seperti tadarus dengan waktu yang juga cukup panjang. Bahkan pada tahun lalu, para santri dan santriwati ada yang menjadi panitia Nuzul Quran.

“Karena tahun ini harus fokus untuk ujian, waktu untuk kegiatan dikurangi. Tetapi tetap dilakukan,” ungkapnya.

Diakui Solihin, jika tidak bertepatan dengan ujian, maka aktivitas di Pesantren AR-Raudlatul akan sama seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Para santri dan santriwati dipastikan mengikuti berbagai kegiatan terkait dengan bacaan Alquran, Tilawah dan lomba lainnya.

“Untuk tahun ini bertepatan dengan ujian, tetap ada beberapa hal yang wajib dilakukan seperti Tarawih dan Salat berjamaah di masjid, juga diisi dengan tausyiah,” ujarnya.

Para santri di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah rutin menggelar tadarus berjamaah.

Para santri di Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah rutin menggelar tadarus berjamaah.

Santri Dari Luar Negeri dan Wajib Gunakan Bahasa Arab

Pesantren Tarbiyah Islamiyah AR-Raudlatul Hasanah yang telah berdiri sejak tahun 1981 telah memiliki ribuan santri dan santriwati. Para santri dan santriwati itu tidak hanya dari dalam dan luar kota saja, bahkan juga ada yang berasal dari luar negeri.

Para santri dan santri wati yang ada di Pesantren AR-Raudlatul diwajibkan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-harinya, terutama ketika sedang berada di lingkungan pesantren.

“Beberapa santri di sini ada yang berasal dari Malaysia dan juga Thailand. Tidak hanya dari Indonesia saja. Di sini mereka dipaksa menggunakan bahasa Arab, dan jika tidak, pastinya mendapatkan sanksi,” tandasnya. 

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar