Selama 5 Tahun, Sinabung 2.314 Kali Erupsi dan 28 Orang Menjadi Korban

Selama 5 Tahun, Sinabung 2.314 Kali Erupsi dan 28 Orang Menjadi Korban

Erupsi Gunung Sinabung (Ist)

(jw/eal)

Senin, 2 Oktober 2017 | 14:39

Analisadaily (Karo) - Sejak tahun 2013 hingga saat ini, kurang lebih 2.314 kali Gunung Sinabung mengalami erupsi. Sementara tercatat 28 orang meninggal dunia akibat terkena awan panas, lahar dan erupsi Gunung Sinabung.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra, Senin (2/10).

"Erupsi tertinggi terjadi di tahun 2013 dengan tinggi kolom abu mencapai 11 kilometer," ujar Armen.

Armen menjelaskan, saat ini aktivitas Gunung Sinabung masih berada di level IV atau awas. Hal itu disebabkan gempa vulkanik masih tinggi dan sering terjadi.

"Sampai saat ini gempanya masih tinggi. Untuk magma-nya naik ke permukaan sampai berbentuk kuba lava masih cukup tinggi dan potensi awan panas serta erupsinya juga masih cukup tinggi," jelasnya.

Untuk diketahui, Gunung Sinabung merupakan gunung api strato tipe B atau sejarah letusannya tidak tercatat sejak tahun 1600-an. Namun belakangan, kembali terjadi letusan setelah lebih dari 400 tahun tidak ada aktivitas.

Letusan pertama terjadi pada 27 Agustus 2010 yang dikategorikan tipe letusan freatik, diikuti jatuhan abu vulkanik yang menyebar ke timur-tenggara Gunung Sinabung hingga menutupi Desa Sukameriah, Gungpitu, Sigarang-garang, Sukadebi dan Susuk yang berada di Kabupaten Karo.

Menurutnya, erupsi Gunung Sinabung pada tahun 2010 hanya berlangsung dari Agustus hingga September.

Kemudian tahun 2013, Gunung Sinabung kembali erupsi dan terus menunjukkan aktivitas vulkanik hingga sekarang. Sejak saat itu Gunung Sinabung diklarifikasikan ke dalam tipe A.

Selama 2013 hingga 2017 atau kurang lebih 5 tahun, aktivitas Gunung Sinabung terus terjadi dan belum bisa diprediksi kapan berhenti.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar