Sekdaprovsu: Sudah Seharusnya KTR Diterapkan di Kota Besar Seperti Medan

Sekdaprovsu: Sudah Seharusnya KTR Diterapkan di Kota Besar Seperti Medan

Sekdaprovsu, Sabrina, menerima audiensi Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia, Senin (30/7).

(rel/rzd)

Senin, 30 Juli 2018 | 19:53

Analisadaily (Medan) - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Sabrina, mendukung Yayasan Pusaka Indonesia dalam program Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang bertujuan untuk mewujudkan kota layak anak, serta melindungi anak-anak dan kaum perempuan dari paparan asap rokok yang membahayakan kesehatan.

“Sudah seharusnya KTR diterapkan di kota-kota besar seperti Medan, karena dampak asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, khususnya anak-anak dan terutama Balita. Karena tidak hanya berdampak pada kesehatan, juga bisa menjadi pengguna/perokok bila sudah besar,” kata Sabrina saat menerima audiensi Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia, Senin (30/7).

Apalagi, lanjutnya, perokok pasif atau orang yang terpapar asap rokok orang lain, lebih berbahaya dibanding para perokok itu sendiri. Kondisi ini lebih parah terjadi kota-kota besar seperti Medan, dimana masih banyak orang bebas merokok di tempat-tempat umum, bahkan sekolah.

“Ke depan kita harapkan tidak ada lagi warga yang merokok di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan dan pusat kota, terminal maupun perkantoran, apalagi di sekolah,” ujar Sabrina.

Sabrina juga mengatakan, sudah lama mengenal Pusaka Indonesia dan tidak meragukan lagi kinerja lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak dalam perlindungan anak dan perempuan Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

“Saya mengetahui kinerja LSM tersebut sejak saya menjabat di Biro Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sumut, mulai dari kasus trafficking (perdagangan manusia) hingga kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Pemprovsu juga merasa terbantu dengan LSM ini, mengingat anggaran yang sangat terbatas. “Saya harap LSM lainnya bisa mengikuti apa yang telah diperbuat Pusaka Indonesia, yang bertujuan tidak hanya melindungi masyarakat dari tindak kekerasan, tapi juga kesehatan,” paparnya.

Butuh Dukungan Semua Pihak

Ketua Badan Pembina Yayasan Pusaka Indonesia, Edy Ikhsan mengatakan, saat ini di Sumut sudah ada 13 kabupaten/kota yang menerapkan KTR, yang butuh dukungan semua pihak dan perlu terus didorong penerapannya.

“Kami juga menjadi inisiator penerapan KTR untuk Provinsi. Dan akan terus mendorong legislasi Pergub menjadi Perda,” ujarnya.

Dikatakan juga, rokok sudah menjadi kebiasaan sebagian kelompok masyarakat, secara kasat mata banyak anak dan remaja yang bebas merokok. Rokok juga dengan mudah dan murah didapat, begitu juga di Medan.

“Untuk itu diharapkan adanya Pergub/Perda tentang KTR di Sumut, hingga bisa sejalan dengan program Pusaka Indonesia. Karena tanpa dukungan pemerintah, kami jelas tidak bisa bekerja sama dengan maksimal, untuk mewujudkan Sumut memiliki Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” ungkap Edy.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar