Seekor Lumba-Lumba di Sungai Kualuh Mati

Seekor Lumba-Lumba di Sungai Kualuh Mati
Seekor lumba-lumba yang dievakuasi oleh warga dan BBKSDA mati di Sungai Kualuh. (FOTO: Istimewa).
(jw/rzd)

Kamis, 31 Januari 2019 | 11:07

Analisadaily (Medan) - Satu ekor lumba-lumba yang tersesat di Sungai Kualuh, tepatnya di Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditemukan warga mati.

Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane, membenarkan terkait kematian satu ekor lumba-lumba di Sungai Kualuh tersebut. Lumba-lumba itu terlihat oleh warga sudah mengapung di sungai.

"Warga melihat lumba-lumba itu sudah mengapung sekitar pukul 18.00 WIB semalam. Kemudian warga yang lain juga ikut melihat," katanya, Kamis (31/1).

"Melihat sudah tidak bergerak lagi, kemudian warga turun ke sungai dan mengevakuasi lumba-lumba yang mati itu," sambung Edy.

Pihak masyarakat meminta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk segera melakukan evakuasi terhadap satu ekor lumba-lumba yang masih berada di Sungai Kualuh. Mereka tidak menginginkan lumba-lumba itu mati.

"BBKSDA harus gerak cepat melakukan evakuasi terhadap satu ekor lumba-lumba yang masih berada di sungai itu. Untuk mencegah agar lumba-lumba itu tidak mati," ucapnya.

Edy juga menuturkan, selain warga, tim BBKSDA juga sudah turun untuk melakukan evakuasi. Namun, pihak BBKSDA belum mengetahui penyebab kematian dari lumba-lumba itu.

"BBKSDA belum mengetahui penyebab kematiannya, tapi kami sudah rapat bagaimana cara melakukan evakuasi terhadap lumba-lumba yang masih hidup," tambahnya.

Dua ekor lumba-lumba putih di Sungai Kualuh, Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terlihat pada Minggu (27/1).

Warga yang melihat penemuan hewan cerdas tersebut mengabadikannya dengan kamera video telepon genggam. Kemudian beredar di media sosial dan menjadi viral.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar