Sebelum Meninggal, Rosalia Lebih Dulu Diperkosa

Sebelum Meninggal, Rosalia Lebih Dulu Diperkosa

Lokasi ditemukannya jasad korban Rosalia Cici Maretini Boru Siahaan

(jw/eal)

Jumat, 1 Juni 2018 | 12:28

Analisadaily (Deli Serdang) - Korban pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pendeta di Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) Jalan Kebun Sayur, Gang Pendidikan, Dusun XII Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kamis (31/5) sekitar pukul 10.30 WIB, ditemukan dengan leher nyaris putus di kamar mandi.

Korban bernama Rosalia Cici Maretini Boru Siahaan (20) warga Dusun XIV Salam Tani, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, ditemukan bersimbah darah dengan luka robek do bagian leher akibat sayatan benda tajam dan luka di kepala bagian belakang.

"Pada saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia tepat di kamar mandi rumah pendeta tersebut," kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (1/6).

Tatan menjelaskan, pelaku Henderson Kembaren yang kesehariannya beraktivitas di GSRI ditangkap tanpa perlawanan di Desa Harjosari, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

"Jadi, saat diamankan pelaku tidak melawan," sambung Tatan.

Saat ditanyai oleh petugas, pelaku mengaku emosi kepada korban karena mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya. Mendengar kata-kata kasar yang dilontarkan anak angkatnya itu, pelaku lantas kalap dan tega menghabisi nyawa korban.

"Dari pengakuan tersangka sementara seperti itu. Tapi kita masih mendalami kasus ini," jelasnya.

Selain ditemukan luka di bagian tubuh korban, polisi juga menemukan sperma di kelamin korban.

"Diduga sebelum meninggal korban mengalami tindak pemerkosaan oleh pelaku. Namun apakah benar korban diperkosa, kita tunggu hasil dari visum dokter ya," ungkap Tatan.

Pembunuhan sadis ini terjadi pada Kamis (31/5) sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas kepolisian yang menangani kasus tersebut akhirnya mengamankan pelaku di hari yang sama tanpa perlawanan sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat kejadian tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam dengan nomor polisi BK 4440 SAA, satu unit helm, satu batang kayu alu, sebilah pisau serta pakaian milik korban.

"Atas perbuatannya, tersangka dikenakan dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun," pungkas Tatan.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar