Sebagian Pengungsi Korban Banjir Bandang di Mandailing Natal Pulang ke Rumah

Sebagian Pengungsi Korban Banjir Bandang di Mandailing Natal Pulang ke Rumah

(Foto: Istimewa/BNPB/Sutopo Purwo Nugroho)

Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:43

Analisadaily (Medan) - Penanganan darurat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Kamis hingga Jumat (11-12/10/2018) terus dilakukan. Bupati Madina menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari yaitu 12-18/10/2018.

Ada 9 kecamatan yang terdampak bencana di Madina meliputi Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan, dan Batang Natal.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dampak bencana menyebabkan 17 orang meninggal dunia yaitu 12 orang pelajar madrasah yang belajar di SD 235 di Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Ungku, 2 orang di Desa Lumban Pasir, Kecamatan Kotanopan, dan 3 orang di Kecamatan Muara Batang Gadis.

“17 orang pelajar madrasah selamat dan berhasil dievakuasi. Sebagian mengalami luka ringan. Masih ada pengungsi 534 orang di Kecamatan Ulu Pungkut. Mereka mengungsi di rumah kerabatnya dan di kantor balai desa. Sedangkan pengungsi lain akibat banjir dan longsor sebagian besar sudah pulang ke rumahnya,” kata Sutopo, Selasa (16/10).

Kerusakan akibat banjir bandang  di Kecamatan Ulu Pungkut meliputi 19 unit rumah rusak berat, 22 unit rumah hanyut, 1 unit mobil Avanza rusak berat, dan 3 unit bangunan fasilitas umum rusak berat. 11 titik longsor berada di Kecamatan Batang Natal.

Puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Natal dengan tinggi air 1 hingga 2 m eter. Puluhan rumah di Kecamatan Muara Batang gadis hanyut. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Akses jalan banyak yang rusak menyebabkan kendala dalam penanganan.

“Saat ini banjir berangsur surut. Cuaca cerah,” Sutopo menandaskan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar