Satpol PP Lakukan Penertiban PKL di Jalan Gedung Arca

Satpol PP Lakukan Penertiban PKL di Jalan Gedung Arca

Penertiban PKL, Selasa (18/9).

(jw/rzd)

Selasa, 18 September 2018 | 19:46

Analisadaily (Medan) - Penertiban puluhan kios pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Gedung Arca, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota, Kota Medan, ricuh setelah pedagang menolak kiosnya dibongkar petugas Satpol-PP dan polisi.

Kejadian itu berawal saat petugas gabungan hendak membongkar lapak dari pedagang yang berada di atas trotoar dan parit. Terjadi cekcok antara Satpol-PP dan para pedagang, serta diduga mahasiswa yang pro terhadap para pedagang.

Dorongan-dorongan terjadi antara petugas dan para pedagang yang dibantu dengan oknum mahasiswa saat penertiban PKL. Bahkan situasi sempat memanas saat penertiban terjadi. Namun kericuhan tidak melebar dan segera dapat diatasi.

Kasatpol-PP, M Sofyan mengatakan, masyarakat di daerah Jalan Gedung Arca sering mengeluhkan terjadi kemacetan, kesemerawutan dan kekumuhan. Kemacetan tersebut sering terjadi saat sore hari hingga malam.

"Penyebabnya beberapa warga kita yang melakukan pelanggaran Perda dengan berjualan di daerah milik jalan. Apalagi mereka kemudian membuat bangunan secara permanen dan sementara," katanya usai penertiban, Selasa (18/9).

Menurut Sofyan, pembongkaran kios tersebut sudah sering dilakukan. Namun, para pedagang itu tetap saja kembali membuka kiosnya. Bahkan pihaknya juga sudah mengingatkan kepada para pedagang untuk membersihkan lapak mereka.

Penertiban PKL, Selasa (18/9). (jw)

Penertiban PKL, Selasa (18/9). (jw)

"Sebenarnya para pedagang sudah kita ingatkan berulang-ulang, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun," ungkapnya.

Sofyan menuturkan, dalam penertiban itu, ada sekitar 30 kios yang dibongkar. Sebelumnya Satpol-PP juga sudah pernah membongkar lapak para pedagang.

"Sebelumnya sudah ada 61 kios yang sudah kita tertibkan. Ini sebetulnya hanya kelanjutannya saja, supaya ke depan Kota Medan lebih tertib, lebih indah, lebih nyaman dan beretika," pungkas Sofyan.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar