Satpol PP Bebaskan Trotoar yang Diokupasi Pemilik Bengkel Las

Satpol PP Bebaskan Trotoar yang Diokupasi Pemilik Bengkel Las

Pembersihan trotoar yang selama ini ditempati PKL di Jalan Masjid Raya, Medan, Rabu (11/9)

(rzp/eal)

Rabu, 11 September 2019 | 19:17

Analisadaily (Medan) - Walikota Medan, Dzulmi Eldin, langsung menjawab keluhan warga terkait para pejalan kaki yang merasa terganggu saat melintasi trotoar di Jalan Masjid Raya dan Jalan Mahkamah.

Selain lapak pedagang kaki lima, trotoar yang ada telah diokupasi lempengan dan batangan besi milik pengusaha bengkel las dan besi. Sekitar 200 personel Satpol PP Kota Medan dibantu petugas Babinsa dan Babinkantibmas melakukan penertiban.

Penertiban dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, Sofyan. Selain membawa sejumlah mobil truk dan pick-up, Sofyan juga membawa peralatan mesin las guna mendukung kelancaran penertiban yang dilakukan.

"Sebelum melakukan penertiban, saya memberikan arahan kepada seluruh anggota," kata Sofyan, Rabu (11/9).

Usai memberikan arahan, Sofyan membawa seluruh personelnya menyisiri Jalan Masjid Raya. Sejumlah pedagang kaki lima (PK5) yang menggelar lapak di atas trotoar diminta untuk menghentikan aktifitas jual beli dan membongkar lapaknya.

Sebelum pergi, Sofyan telah mengingatkan kepada seluruh PK5 agar tidak berjualan lagi di atas trotoar maupun parit. Sebab, kawasan itu bukan lokasi untuk berjalan melainkan ruang milik jalan (rumija) yang diperuntukkan bagi para pejalan kaki.

"Apabila kami dapati berjualan kembali, barang dagangannya langsung kami sita!" tegas Sofyan.

Penertiban berjalan lancar, tak satu pun pedagang kaii lima yang melakukan perlawanan, termasuk warga yang berjualan nasi maupun warung kopi di rumah dan menggunakan trotoar untuk tempat duduk makan maupun minum pembelinya.

Setelah trotoar bersih dari PK5, Sofyan minta petugas Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan yang ikut mendukung penertiban untuk membersihkan trotoar. Pasalnya, kondisi trotoar sangat jorok dan permukaannya ditutupi tanah yang sudah mengering.

Petugas Dinas P2K kemudian menyemprot trotoar dengan menggunakan satu unit mobil tangki sampai bersih dibantu personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Kota.

Pasca pembersihan trotoar, Sofyan membawa personelnya melanjutkan penertiban di Jalan Mahkamah. Di kawasan yang dipenuhi usaha bengkel las dan besi, Sofyan bertindak tegas.

Pasalnya, para pengusaha bengkel las dan besi sudah berulangkali diingatkan agar tidak menempatkan besi maupun peralatan mesin lasnya di atas parit maupun parit. Bahkan, kawasan itu sudah beberapakali ditertibkan namun apa yang menjadi larangan tetap saja dilanggar.

Itu sebabnya dalam penertiban kali ini, Sofyan langsung bersikap tegas. Selain melakukan penyegelan, juga memerintahkan anggotanya untuk menyita potongan besi yang sengaja ditempatkan pengusaha bengkel las dan besi di atas parit maupun trotoar.

"Apabila kanopi ini tidak dibongkar, kami siap membongkarnya," ungkapnya.

Saat petugas Satpol PP hendak mengangkut potongan besi, beberapa pengusaha bengkel las dan besi mendekati Sofyan dan minta diberi waktu untuk memindahkan sendiri ke dalam gudang milik mereka. Sofyan menolak, dan langsung memerintahkan anggotanya untuk mempercepat pengangkutan besi.

"Mohon maaf, sudah beberapa kali kita ingatkan bahwasannya permukaan parit maupun trotoar tidak boleh diletakkan besi-besi seperti ini. Selama ini hanya janji-janji saja mau memindahkannya tapi tidak pernah dilakukan," tegasnya.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar