Sapma PP Kritik Kondisi Infrastruktur Kota Medan

Sapma PP Kritik Kondisi Infrastruktur Kota Medan

Ketua Sapma PP Medan, Firman Shah

(jw/eal)

Minggu, 16 Juli 2017 | 20:46

Analisadaily (Medan) - Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Walikota dan Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution, dianggap belum mampu berbuat banyak dalam urusan pembangunan.

Kondisi infrastruktur Kota Medan sebahagian besar masih sangat memprihatinkan. Upaya perbaikan yang seolah tak terlihat, mulai menjadi sorotan. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi masalah tersebut, dituding belum bekerja maksimal.

Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Medan, M. Firman Shah mengatakan, pembangunan Kota Medan terkesan stagnan.

"Kalau ditanyakan langsung ke masyarakat, saya yakin jawabannya seragam, infrastruktur Kota Medan saat ini sangat buruk. Salah satu contoh kondisi jalan," kata Firman, Minggu (15/7).

Didampingi Sekretaris Sapma PP Medan, M. Arie Wahyudi dan Ketua Sapma PP USU, Iqbal Fahreza, Firman mengaku miris melihat wajah Kota Medan. Dari 21 kecamatan, terkesan hanya sebagian kecil yang mendapat perhatian. Selebihnya justru seolah dianaktirikan.

"Sangat ironi memang. Apalagi kondisi ini terjadi saat kepemimpinan Pak Wali sudah memasuki tahun kedua, tapi pembangunan justru belum terlihat. Kami mengimbau kepada Pak Wali janganlah berlaku diskriminatif untuk tiap wilayah."

Menurutnya, Medan bukan hanya Medan Maimun, Medan Baru, Medan Petisah atau Medan Kota, namun 17 kecamatan lainnya juga termasuk wilayah kepemimpinan Dzulmi Eldin.

"Bagaimana perasaan warga lainnya, misalnya warga Denai yang hampir seluruh jalannya kupak-kapik. Sementara Medan Maimun yang umumnya menjadi kawasan tempat tinggal pejabat, jalan-jalannya terus diaspal biar semakin bagus," sebutnya.

Karena itu, putra mantan Ketua MPW PP Sumut, Anuar Shah, ini meminta Walikota Medan bisa bersikap tegas terhadap SKPD-nya. Karena ini berbahaya bagi kelangsungan roda pemerintahan Kota Medan ke depan.

"Kami berharap walikota bisa memantau kinerja bawahannya. Kalau memang tidak mampu, ya evaluasi saja, kalau perlu diganti. Karena saya yakin masih banyak pejabat lain yang mampu bekerja" ujarnya.

Mengenai situasi ini, Firman bersama jajarannya dalam waktu dekat akan turun ke jalan menuntut realisasi pembenahan Kota Medan seperti yang digaungkan Eldin-Akhyar saat masa kampanye.

"Ini warning dari kita. Kita akan turun melakukan aksi damai ke Dinas PU dan Pemko Medan untuk mengingatkan walikota dan jajarannya akan janjinya dulu. Amanah yang diberikan warga Medan ada di pundak mereka," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar