Saham Sektor Infrastruktur Paling Diminati

Saham Sektor Infrastruktur Paling Diminati

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Selasa, 18 Juni 2019 | 16:55

Analisadaily (Medan) - Indeks Harga Saham Gabungan pada hari ini, Selasa (18/6) berada di teritori positif. IHSG ditutup naik 1% di level 6.257. IHSG tertinggi berada di level 6.257 dan terendah berada di level 6.195.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, penguatan IHSG ditopang oleh penguatan 8 sektor saham kecuali sektor pertambangan. Saham-saham sektor infrastruktur menjadi pilihan sektor saham yang diminati, saham ini menguat 0,9%.

“Saham sektor infrastruktur memiliki prospek yang cukup baik ke depannya. Hal ini seiring dengan peningkatan pembanguan infrastruktur diberbagai wilayah di Indonesia baik itu pembanguan jalan tol, bandara maupun stasiun kereta api,” kata Gunawan.

“Hal ini juga sejalan dengan peningkatan saham sektor manufaktur,” lanjutnya.

Apalagi, sebut Gunawan, saat ini rencananya Ibu Kota Indonesia akan dilakukan pemindahan ke wilayah lain. Estimasi pemindahan ini membutuhkan dana kurang lebih Rp 466 triliun.

“Dana ini nantinya digunakan untuk membangun fasilitas umum, kawasan pemukiman, serta sarana dan prasarana yang memadai. Sehingga saya kira prospek saham sektor infrastruktur masih gemilang dalam jangka panjang,” sebutnya.

Gunawan menilai, dalam jangka pendeknya, investor dapat melirik saham sektor infrastruktur yang bergerak pada subsektor telekomunikasi. Subsektor ini masih tergolong aman dan tidak berpengaruh pada isu eksternal.

“Sehingga meskipun pertumbuhan ekonomi global melambat saham telekomunikasi tidak berdampak signifikan,” ujarnya.

Terpantau, Saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia tbk (GHON) naik 5,93%. Saham PT Jasnita Telekomindo tbk naik 5,4%, saham PT Cebtratama Telekomunikasi Indonesia tbk (CENT) naik 5,55% dan saham PT XL Axiata tbk (EXCL) naik 2,1%.

Sementara nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah 0,216% di kisaran Rp.14.356. Rupiah kembali melemah seiring dengan rilis data ULN indonesia yang naik 8,7% secara tahunan (yoy) per April 2019.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar