Rupiah Terpuruk ke Rp 15.300 per Dolar AS

Rupiah Terpuruk ke Rp 15.300 per Dolar AS

Ilsutrasi.

Selasa, 9 Oktober 2018 | 16:29

Analisadaily (Meda) - Mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan kembali. Rupiah terpuruk berada di kisaran level 15.300 per Dolar AS. Tidak hanya Rupiah yang mengalami pelemahan, mayoritas mata uang utama lainnya juga terkoreksi.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin menyebut, mata uang utama yang juga mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah adalah Bath, Yen, dan Won.

“Tidak bisa dipungkiri, saat ini Dolar menjadi primadona di antara hampir seluruh mata uang. Hal ini disinyalir atas imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sudah naik lebih dari 3,4 persen. Ini akan menjadikan Dolar AS semakin diburu investor asing nantinya,” kata Gunawan, Selasa (9/10).

Berlawanan dengan Amerika Serikat yang sedang menikmati kejayaannya, Gunawan menilai China kembali mengejar ketinggalannya dan mencari pangsa pasar yang baru. Meskipun IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China di tahun 2019 akibat perang dagang AS dengan China, dirinya justru menilai China akan melakukan ekspansi lebih jauh lagi tak hanya sebatas dengan AS.

“Karena pengusaha dan pemerintah China memiliki karakter kepribadian wirausaha yang gigih, responsif dan kreatif,” ujarnya.

Gunawan menerangkan, hampir seluruh kebutuhan barang-barang yang ada di dunia tersedia dan dapat diproduksi di China, sehingga dengan adanya kenaiakan tarif impor oleh AS, tidak serta merta membuat China chaos.

“Namun hal ini berlaku untuk jangka panjang, sehingga untuk jangka pendeknya, China masih harus berjuang memulihkan kestabilan perekonomiannya,” terangnya.

IHSG Cenderung Menguat

Disisi lain, lanjutnya, meskipun Rupiah masih menunjukkan pelemahannya di level 15. 244, hari ini IHSG masih cenderung menguat. IHSG ditutup naik 35 basis poin atau naik 0,62 persen di level 5.796 level tertinggi berada di level 5.796 dan level terendah berada di level 5.756.

Bursa saham di bursa Global hari ini bergerak campuran, dimana Shanghai rebound 0,166 setelah melemah 3 persen pada perdaganagn kemarin, indeks nasdaq masih melemah 0,67 Persen. Begitu juga dengan Nikkei yang melemah 1,32 persen dan STI melemah 0,58 perasen.

“Selain saham-saham second liner, saham-saham yang baru go public di BEI menjadi pilihan saham yang paling menarik bagi investor saat ini, dimana saham MPRO melambung tinggi hingga +70 persen, saham HKMU menguat 49 persen, KPAS naik 24,85 persen, DIGI naik 24,61 persen, dan saham SURE naik 24,54 persen,” tandasnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar