Rupiah Perkasa ke Level Rp 14.037 per Dolar AS

Rupiah Perkasa ke Level Rp 14.037 per Dolar AS

(Istimewa)

(rel/rzd)

Senin, 28 Januari 2019 | 17:02

Analisadaily (Medan) - Mata uang Rupiah terhadap Dolar AS pada hari ini, Senin (28/1), membuka optimisme pelaku pasar. Rupiah mengalami penguatan 0,4% di kisaran level Rp 14.037 per Dolar AS.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, Rupiah menjadi mata uang yang diminati pelaku pasar saat ini. Pasalnya, Rupiah termasuk mata uang yang mengalami penguatan tertinggi.

“Konsistensi kenaikan Rupiah kali ini diyakini dapat mendorong penguatan Rupiah hingga mendorong Rupiah berada di bawah Rp.14.000 per Dolar AS,” kata Gunawan.

Sementara Itu, Dolar AS mengalami pelemahan terhadap beberapa mata uang negara lain, diantaranya Bath, Yuan, Yen, Peso, serta Dolar Taiwan. Dolar AS belum mampu bergerak stabil seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi saat ini.

“Pergerakan Dolar AS juga tidak sejalan dengan pengaktifan kembali pemerintahan AS saat ini. Dolar AS mulai terpuruk seiring dengan pelonggaran suku bunga The Fed,” sebutnya.

Gunawan menerangkan, adanya penutupan pemerintahan AS yang terjadi selama 35 hari kemarin sejak 22 Desember 2018 memberikan kerugian yang cukup besar bagi AS hingga puluhan Triliun.

“Adanya kerugian yang cukup besar tersebut saya kira menjadi suatu yang sia-sia. Pasalnya dari pada pemerintah melakukan Shut Down, harusnya dana tersebut sudah dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai tambah bagi masyarakat AS, atau bahkan dapat dijadikan bagian dari pembangunan tembok yang diinginkan oleh Trump.”

“Adanya pengaktifan kembali pemerintahan AS pekan ini diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi global,” terangnya.

IHSG Tidak Mampu Menguat

Di sisi lain, IHSG hari ini tidak mampu menguat hingga akhirnya ditutup melemah 24 poin atau turun 0,37% di level 6.458. Level tertinggi berada di level 6.501 dan terendah berada di level 6.433.

Saham sektor agri menjadi penopang IHSG. Saham ini berhasil menguat 1,4%, penguatan saham ini seiring dengan kenaikan harga CPO. Selanjutnya diikuti penguatan saham sektor tambang yang naik 0,18%.

“Tak hanya IHSG yang mengalami pelemahan, bursa saham Asia juga mengalami pelemahan. Kuala Lumpur Stock Exchange melemah 0,299%, Kospi turun tipis 0,01%, Nikkei turun 0,62%, Shanghai turun 0,18% dan Shenzhen turun 0,377%,” papar Gunawan.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar