Rupiah Menguat Tajam Pada Perdagangan Hari Ini

Rupiah Menguat Tajam Pada Perdagangan Hari Ini

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Senin, 7 Januari 2019 | 16:26

Analisadaily (Medan) - Mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (7/1), mengalami penguatan yang sangat signifikan. Di sesi kedua perdagangan pada hari ini, Rupiah diperdagangkan di kisaran 14.080-an per US Dolar.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, Rupiah pada perdagangan hari ini menguat jauh dibandingkan dengan perdagangan akhir pekan kemarin, Rupiah ditransaksikan di kisaran level 14.270 per US Dolar.

“Tren penguatan Rupiah diperkriakan masih terus berlanjut di awal bulan tahun ini,” kata Gunawan, Senin (7/1).

Penguatan Rupiah tersebut tertopang oleh pernyataan salah satu Gubernur Bank Sentral AS yang menyatakan, AS akan lebih berhati-hati lagi dalam mengendalikan besaran suku bunga acuannya.

“Hal tersebut ditafsirkan sebagai kemungkinan bahwa The FED bisa saja tidak lagi menaikkan bunga acuannya di tahun 2019 ini,” ujarnya.

Bahkan, sejumlah analis mengatakan bisa saja The FED justru memangkas besaran suku bunganya. Ekspektasi tersebut menggiring opini US Dolar ke depan berpeluang mengalami tekanan.

“Selanjutnya, akan ada pertemuan antara dua negara yakni China dan AS, yang akan melanjutkan negosiasi terkait perang dagang sebelumnya,” ujarnya.

Gunawan menyebut, pelaku pasar sejauh ini berharap ada kata sepakat dan tidak lagi ada perang dagang lanjutan yang bisa membuat pasar keuangan kembali bergejolak. Pertemuan tersebut sejatinya akan membuat pasar keuangan masuk dalam teritori positif.

“Seandainya saja tidak berlanjut lagi perang dagang diantara kedua negara tersebut,” sebutnya.

Dari sisi lainnya, kebijakan pemerintah Tiongkok yang memperlonggar kebijakan moneternya juga membuat pelaku pasar optimis akselerasi pertumbuhan ekonomi global bisa dipacu lebih baik lagi.

Akan tetapi, penguatan Rupiah yang signifikan tersebut justru bisa berdampak pada pelemahan harga komoditas unggulan Sumut, khususnya sawit, mengingat penguatan Rupiah bisa mengurangi pendapatan ekspor sawit dari sisi nominal pendapatannya.

“Namun, kekhawatiran tersebut sepertinya tidak terjadi. Saat ini CPO justru mengalami penguatan di kisaran $535 per ton, atau sekitar RM 2170-an per tonnya,” Gunawan menerangkan.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar