Rupiah Menguat 14.185 per Dolar AS

Rupiah Menguat 14.185 per Dolar AS

Ilustrasi.

(rel/rzd)

Rabu, 23 Januari 2019 | 17:08

Analisadaily (Medan) - Pergerakan mata uang Rupiah terhadap Dolar AS pada perdagangan Rabu (23/1) mengalami penguatan 0,2% di kisaran level Rp.14.185/USD.  Tak hanya nilai tukar Rupiah yang mengalami penguatan, nilai tukar mata uang Bath, Dolar Singapura, Peso dan Yuan juga berhasil menguat terhadap Dolar AS.

“Pelemahan nilai tukar Dolar AS terjadi pasca rilis data IMF merevisi pertumbuhan global tahun ini dari 3,7% menjadi 3,5%,” kata Analis Pasar Modal, Gunawan Benjain, Rabu (23/1).

Diterangkannya, tahun ini tampaknya penetapan estimasi pertumbuhan ekonomi global yang lebih tinggi tidak menjadi fokus utama IMF. Pasalnya IMF mengurangi prediksi pertumbuhan global sebesar 0,2% dari prediksi sebelumnya, yakni menjadi 3,5%.

“Hal ini disinyalir oleh masih berkembangnya resiko-resiko yang ada di negara maju maupun berkembang, diantaranya seperti perang dagang AS dengan China yang belum mengakhiri pertempurannya meskipun tampaknya sudah mulai mereda.

“Di samping itu penurunan harga aset, serta tingginya volasitas pasar di tengah pengetatan keuangan di dunia, juga menjadi sorot perhatian, dan yang paling utama pembengkakan utang yang mestinya harus diminimalisir,” terangnya.

Terkait masalah hutang luar negeri Indonesia yang kian membengkak, meskipun pemerintah sudah mengkliam rasio hutang masih tergolong aman, yakni di 30% terhadap Gross Domestic Bruto (GDB), Gunawan menilai, ini merupakan lampu kuning.

“Dalam artian sinyal hati-hati yang diberikan oleh IMF kepada setiap negara berkembang, termasuk Indonesia. Karena segala kemungkinan akan dapat terjadi,” ujarnya.

Gunawan menyebut, dengan adanya peringatan seperti ini kiranya pemerintah harus terus mengevaluasi proses penyaluran dana pinjaman dari utang luar negeri tersebut tersalurkan, apakah ke infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan program pemerintah lainnya sudah terlaksana dengan baik, sehingga menghasilkan keuntungan bagi negara.

“Ini menjadi perhatian yang penting, jangan sampai utang luar negeri tersebut tidak berjalan normal atau justru berhenti dan akhirnya sama sekali tidak memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan pemerintah,” sebutnya.

Di samping itu, IHSG ditutup melemah 17 poin atau turun 0,269% di level 6.451. IHSG diperdagangkan di kisaran level 6.449-6.484. Tidak hanya IHSG yang mengalami penurunan, seluruh bursa Wall Street juga mengalami pelemahan, bahkan lebih tinggi dari IHSG, Dow Jones melemah 1,22%, Nasdaq turun 1,91%, S&P 500 turun 1,41% dan NYSE melemah 1,58%.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar