Rudenim Belawan Deportasi WNA Asal Bangladesh

Rudenim Belawan Deportasi WNA Asal Bangladesh

llustrasi

(rzp/eal)

Jumat, 11 Januari 2019 | 21:56

Analisadaily (Medan) - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) Bangladesh. Mereka merupakan korban perdagangan manusia yang diamankan Polda Sumut pada Desember 2018.

Kepala Rudenim Belawan, Victor Manurung mengatakan, setelah diamankan Polda Sumut mereka diserahkan ke Rudenim, sembari petugas imigrasi melakukan pengurusan berkas ke duta besar untuk proses pemulangan.

"Yang membelikan tiket dan administrasi itu dari negara asal, bukan dari kita tiketnya. Kita hanya memfasilitasi mereka selama di Indonesia," kata Victor, Jumat (11/1).

Dijelaskannya, WNA asal Bangladesh tersebut masuk ke Indonesia menggunakan bebas visa. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 21 tahun 2016 mereka tercatat masuk ke Indonesia secara legal.

Mereka masuk ke Indonesia dalam tiga gelombang. Pertama 11 Desember 2018 dari Bandara Adi Sutjipto sebanyak 12 orang. Kedua 12 Desember 2018 juga dari Adi Sutjipto sebanyak 11 orang.

"Sisanya dari Bandara I Gusti Ngurah Rai di hari yang sama. Mereka mau melakukan perjalanan ke Malaysia melalui jalur ilegal," jelasnya.

Victor menyebut, mereka diamankan saat akan berangkat ke Pelabuhan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, 17 Desember 2018 oleh Polda Sumut. Mereka diamankan dari rumah seorang Warga Negara Indonesia (WNI).

"WNI-nya masih diselidiki identitasnya," sebut Victor.

Diterangkan Victor, pemberangkatan WNA tersebut ke negara asalnya dibagi dalam dua kloter. Rudenim memberangkatkan 15 orang dari Bandara Kualanamu pada kloter pertama.

"Berangkat sore ini, transit di Kuala Lumpur. Setelah itu lanjut ke Bangladesh," ungkapnya.

Tidak hanya WNA asal Bangladesh, Rudenim Belawan juga akan mendeportasi sembilan WNA asal Myanmar, pelaku ilegal fishing yang ditangkap pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Masih ada 37 WNA yang tinggal di Rudenim Belawan. Pelanggaran yang dilakukan antara lain melebihi izin tinggal, tindak pidana narkotika, dan illegal fishing.

"Paling banyak WNA asal Myanmar 32 orang, India 1 orang, Srilanka 1 orang, Thailand 1 orang, Iran 1 orang. Ada 1 orang WNA asal Amerika yang belum dipulangkan karena mengalami gangguan jiwa," tandasnya.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar