Romo: Peristiwa di Surabaya Akibat Kelalaian Penanganan Terorisme

Romo: Peristiwa di Surabaya Akibat Kelalaian Penanganan Terorisme

Raden Muhammad Syafii atau Romo.

(jw/rzp)

Senin, 14 Mei 2018 | 14:44

Analisadaily (Medan) - Anggota Komisi III DPR RI, Raden Muhammad Syafii memberikan pandangan atas tragedi bom di Surabaya yang terjadi pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) pagi tadi.

Romo, sapaan akrabnya, memberi pandangan terkait kejadian di Mako Brimob Kelapa Dua Depok beberapa waktu yang lalu. Politisi Gerindra ini menilai, peristiwa tersebut akibat kelalaian dalam penanganan terorisme di Indonesia.

Menurutnya, penjagaan di rumah ibadah adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah. Namun kenapa para terduga teroris menyerang tempat yang dijaga oleh kepolisian.

"Di tempat yang dikawal polisi inilah, peristiwa terorisme atau juga bom itu terjadi. Lagi-lagi saya melihat, penyebabnya adalah kelalaian dan ketidak profesional pihak kepolisian," ucapnya, Senin (14/5).

Romo menegaskan, masyarakat juga perlu mengetahui, pengawalan yang dilakukan aparat kepolisian itu dibayar oleh APBN, yaitu dari uang rakyat. Oleh karena itulah muncul kepastian, aparat kepolisian melaksanakan UU Nomor 2 Tahun 2002, untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.

Jika ada keinginan untuk mendesak Presiden mengeluarkan pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum selesai, menurut Romo itu sangat berlebihan.

"Masalah ini kenapa justru dipersoalkan RUU yang belum selesai," ujarnya.

Romo juga mengingatkan kepada para pihak yang tidak paham, jangan asal ngomong, kemudian menuduh, DPR RI lelet atau memperlambat pembahasan RUU terorisme. Apalagi itu datangnya dari aparat pemerintah.

Sebagai sesama aparat pemerintah, mendesak Panja pemerintah untuk segera menyelesaikan definisi terorisme tentu dengan rangka hukum. Bukan rangka keinginan dari pemerintah itu sendiri.

"Tentu kita berharap, agar pihak-pihak yang selama ini mendesain terjadinya peristiwa teroris ini bertobat, kembali ke jalan yang benar. Mari kita bela bangsa dan negara ini, kita sayangi Rakyat Indonesia ini, jangan kemudian kita tidak bersama-sama memiliki tanggungjawab untuk mengamankan bangsa dan negara Indonesia," pungkasnya.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar