Ribuan Pil Ekstasi Dikendalikan Dari Lapas Tanjung Gusta

Ribuan Pil Ekstasi Dikendalikan Dari Lapas Tanjung Gusta

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol. Andi Ludianto, memaparkan penangkapan kurir wanita yang membawa ribuan butir pil ekstasi di Kantor BNNP Sumut, Jumat (4/8)

(jw/eal)

Jumat, 4 Agustus 2017 | 14:38

Analisadaily (Medan) - Ribuan butir pil ekstasi yang diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara dari tangan tersangka Lenny (39), ternyata dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Lenny, diketahui transaksi barang haram tersebut atas perintah seorang narapidana di Lapas Tanjung Gusta. Narapidana itu merupakan mantan suami tersangka.

"Jadi transaksi narkoba itu dikendalikan dari Lapas Tanjung Gusta," kata Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol. Andi Ludianto di Kantor BNNP Sumut, Jalan William Iskandar, Medan, Jumat (4/8).

Andi menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan mencari informasi tentang narapidana tersebut.

"Kami masih memeriksa tersangka dan mencari barang bukti lainnya serta keterlibatan narapidana di Lapas Tanjung Gusta," jelasnya.

Andi menuturkan, Lenny merupakan pemain lama dalam bisnis barang haram tersebut. Dirinya juga merupakan residivis dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang telah dihukum tiga tahun penjara di Lapas Siantar.

Lenny baru keluar dari penjara tiga bulan lalu setelah menjalani hukuman selama satu tahun.

"Dia merupakan residivis atas kasus kepemilikan 3 gram narkoba jenis sabu-sabu. Status dia keluar adalah cuti bersyarat" tuturnya.

Sementara Lenny mengaku sudah dua kali berhasil menjual ekstasi dalam jumlah besar atas perintah mantan suaminya. Awalnya ia mendapatkan ekstasi sebanyak 30 ribu dari tersangka S asal Aceh.

"Dari 30 ribu ekstasi itu, 13 ribu sudah terjual," ucap Lenny.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar