Rencana Grab-PKK Sumut Atasi Stunting dan Sampah Melalui Digitalisasi

Rencana Grab-PKK Sumut Atasi Stunting dan Sampah Melalui Digitalisasi

Grab dan PKK Sumut memberikan apresiasi kepada para Kartini Grab di Kota Medan, Minggu (21/4).

(rel/rzd)

Minggu, 21 April 2019 | 14:23

Analisadaily (Medan) - Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Utara (Sumut) dan Grab Indonesia berencana mengatasi masalah stunting dan sampah yang selama ini terjadi dengan digitalisasi.

Ketua Tim Penggerak PKK Sumut, Nawal Lubis mengatakan, rencana tersebut akan dibuat dulu oleh pihak Grab. Mengenai detail dan teknisnya, Nawal enggan membocorkan. Sebab, masih dalam proses pengerjaan.

“Dibuat dulu oleh pihak Grab, saya tidak bisa membocorkannya sekarang. Tapi rencana itu benar, nanti akan kita buat dulu. Setelah itu akan kita informasikan kepada masyarakat,” kata Nawal di Medan, Minggu (21/4).

Nawal mengaku, alasan pihaknya terpikir untuk mengatasi masalah stunting dan sampah melalui digitalisasi karena sampah merupakan salah satu sumber penyakit. Selama di Medan, Nawal melihat tingkat kesadaran masyarakat Sumut membuang sampah pada tempatnya sangat rendah sekali.

“Dimana-mana banyak plastik, puntung rokok, dibuang tidak pada tempatnya. Kanan dan kiri setiap saya lewat di jalan selalu ada sampah. Saya memiliki niat kuat untuk menggugah hati masyarakat Sumut agar bisa sadar, bahwa sampah adalah sumber penyakit,” ucapnya.

Saat ini, masalah stunting di Sumut masih tinggi, terutama di Langkat, Nias Utara, Nias Selatan, Padang Lawas Utara, dan ada beberapa tempat lainnya. Nawal telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dan tidak henti-hentinya berusaha untuk menghilangkan masalah stunting.

Ke depan, Nawal juga akan berusaha kerja sama dengan stakeholderyang ada, terutama di desa-desa, karena di desa ada Babinsa, Babinkantibmas, dan ada wakil-wakil dari daerah. Dirinya juga memohon Posyandu bisa bekerjasama untuk memberantas stunting.

“Saya rasa, kalau semuanya aktif, kepala desa aktif, saya rasa stunting itu tidak ada. Enggak mungkin ada tetangga kita yang tidak makan, kekurangan gizi kita tidak tahu. Saya harap, semua di desa itu bisa kerja sama dengan baik,” tegasnya.

Public Affairs Grab Indonesia, Raden Guruh Gunawan menjelaskan, di tahap awal yang akan dilakukan pihaknya sebagai bentuk dukungan untuk mengatasi masalah stunting dan sampah melaluidigitalisasi adalah menyalurkan informasi tentang stunting terlebih dahulu.

“Rencananya, program ini akan kita launchingpada 27 April 2019, detailnya nanti kita informasikan lagi,” tandasnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar