Rekayasa Lalu Lintas Selama Perhelatan MTQN XXVII

Rekayasa Lalu Lintas Selama Perhelatan MTQN XXVII

Denah atau lokasi rekayasa arus lalu lintas saat penyelenggaraan MTQN XXVII, Jumat (5/10)

(jw/csp)

Jumat, 5 Oktober 2018 | 14:21

Analisadaily (Medan) - Pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII di Medan dan Deli Serdang, 4-13 Oktober 2018, panitia melakukan rekayasa lalu lintas agar lalu lintas lancar selama even berlangsung. Rekayasa dilakukan khususnya pada malam ta’aruf, pawai ta’aruf serta pembukaan dan penutupan.

Berdasarkan hasil rapat panitia yang menangani transportasi, lalu lintas dan parkir di Astaka MTQN XXVII, Jalan Williem Iskandar Medan, menyepakati Pam Lalin dan parkir di lokasi acara pembukaan dan penutupan di Astaka Jalan Pancing.

"Rekayasa ini kita lakukan hanya pada kegiatan-kegiatan seperti malam ta’aruf, pawai ta’aruf, serta pembukaan dan penutupan MTQN XXVII. Selebihnya lalu lintas tetap normal seperti biasa," kata Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Darwin Purba, Jumat (5/10).

Pada saat malam ta’aruf di Istana Maimun, Jumat (5/10), manajemen rekayasa arus lalu lintas yang digelar hampir sama seperti rekayasa arus lalu lintas pada saat digelarnya even Ramadan Fair.

Denah atau lokasi rekayasa arus lalu lintas saat penyelenggaraan MTQN XXVII, Jumat (5/10)

Denah atau lokasi rekayasa arus lalu lintas saat penyelenggaraan MTQN XXVII, Jumat (5/10)

Sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Maimun akan ditutup pada Jumat (5/10) mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Pada penyelenggaraan malam ta’aruf ini, satu jalur di jalan Masjid Raya akan ditutup dan akan dijadikan tempat parkir bus. Sementara satu jalur jalan Masjid Raya menuju Jalan Amaliun masih dibuka.

Satu jalur Jalan Mahkamah akan ditutup dan akan digunakan untuk lokasi parkir roda empat (dibelakang Masjid Raya). Sementara satu jalur Jalan Mahkamah yang menuju Jalan Juanda dibuka.

Begitu juga satu jalur Jalan Mahkamah menuju Jalan Soeprapto akan ditutup dan dijadikan lokasi parkir roda empat, sementara satu jalur Jalan Mahkamah menuju Jalan Masjid Raya dibuka.

Kemudian, satu jalur Jalan Katamso tepatnya berada di depan Istana Maimun akan ditutup dan sebagian jalur jalan yang ditutup akan digunakan untuk lokasi parkir VIP.

"Namun, jalur Jalan Brigjen Katamso menuju Jalan SM Raja tetap dibuka. Sementara untuk lokasi parkir roda dua akan ditempatkan di kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso," jelas Darwin.

Selanjutnya, untuk rekayasa arus lalu lintas pawai ta’aruf yang digelar Sabtu (6/10), sejumlah ruas jalan juga akan ditutup. Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

Lokasi kendaraan hias akan dikumpulkan dari eks Bandara Polonia Medan kemudian menuju ke lokasi start Pawai Ta’aruf yang berada di Jalan Diponegoro Medan.

Adapun rute pawai ta’aruf ini dimulai dari Jalan Diponegoro-Jalan Pengadilan-Jalan Kapten Maulana Lubis- Jalan Raden Saleh-Jalan Balai Kota- Jalan Bukit Barisan- Jalan Stasiun Kereta Api- Jalan Pulau Pinang- Jalan Ahmad Yani VII- Jalan Hindu- Jalan Perdana- Jalan Imam Bonjol- dan kembali balik ke arah Jalan pulang.

Selama pawai ta’aruf berlangsung, seluruh jalan rute pawai akan kita tutup mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Sebab nanti akan ada sebanyak 100 kendaraan hias dan 10 marching band yang akan mengikuti kegiatan.

“Oleh karena itu, kami imbau kepada masyarakat yang tidak berkepentingan diharapkan dapat menghindari jalan-jalan tersebut, namun bagi masyarakat yang ingin melihat pawai ta’aruf kami persilahkan untuk datang menyaksikannya," ungkap Darwin.

Sedangkan untuk rekayasa lalu lintas pada saat Pembukaan dan Penutupan, masih kata Darwin, akan dilakukan dengan rekayasa lalu lintas yang sama. Dilakukan pada Minggu (7/10) dan Sabtu (13/10). Penutupan ruas Jalan di daerah Gedung Serba Guna Pancing akan dilakukan mulai pukul 15.00 WIB.

Darwin menuturkan, satu jalur Jalan Williem Iskandar menuju Jalan Aksara akan ditutup. Sementara jalur Jalan Aksara menuju jalan Williem Iskandar tetap dibuka. Sementara Jalan Pasar V akan ditutup hingga simpang Jalan Perjuangan. Di lokasi ini juga akan digunakan untuk area drop off para kontingen dan tamu.

"Para kontingen dan tamu yang datang nantinya hanya bisa di drop off, kemudian kendaraan akan parkir di lokasi yang telah ditempatkan di Jalan Selamet Ketaren," tuturnya.

Satu jalur Jalan Selamet Ketaren menuju Jalan Rumah Sakit Haji akan ditutup dan digunakan untuk lokasi parkir bus dan parkir roda empat.

Sementara satu jalur dari Jalan Rumah Sakit Haji menuju Jalan Selamet Ketaren tetap dibuka. Sedangkan untuk lokasi parkir roda dua akan di tempatkan di Komplek MMTC Pancing.

Untuk mengatasi kemacetan dan mengatur arus lalu lintas dikarenakan adanya rekayasa arus lalu lintas ini, Darwin menyebutkan kalau pihaknya bersama aparat kepolisian akan menurunkan petugas.

Dari Dishub Sumut sendiri akan mengerahkan sekitar 400-an petugas yang akan berjaga di sekitar lokasi dan di sekitar persimpangan Jalan menuju lokasi kegiatan.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar